Official Announcement: AS bersihkan ranjau di Selat Hormuz dengan robot
AS bersihkan ranjau di Selat Hormuz dengan robot
Dilaporkan oleh The Wall Street Journal pada hari Minggu, 19 April, Angkatan Laut Amerika Serikat sedang menggunakan robot untuk menghilangkan ranjau di Selat Hormuz, dengan tujuan mengembalikan aktivitas pelayaran bagi kapal-kapal komersial.
Ranjau Bawah Laut Dituduh Ditanam Iran
Menurut laporan CBS News, yang mengutip sumber dari pemerintah AS, sekitar satu puluh ranjau bawah laut diduga telah ditanam oleh Iran di wilayah Selat Hormuz. Pejabat pertahanan AS menyebut ranjau tersebut menggunakan sensor magnetik dan akustik untuk mendeteksi kapal secara efektif tanpa kontak langsung.
“Militer AS mengombinasikan sistem berawak dan tanpa awak untuk mengidentifikasi ranjau yang mungkin terletak di dasar selat,” ujar seorang pejabat pertahanan AS kepada surat kabar.
Sebagai bagian dari strategi ini, Angkatan Laut AS juga mengoperasikan drone udara serta laut yang dilengkapi sonar. Teknologi ini berperan penting dalam memetakan ranjau yang mengancam jalur navigasi kritis. Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai pemulihan perang, AS terus memblokir pelabuhan Iran sebagai tindakan pencegahan.
Peristiwa Terkini dan Negosiasi
Pada akhir Februari, AS dan Israel melakukan serangan terhadap target di Iran, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Tepatnya, 7 April lalu, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Namun, negosiasi di Islamabad pada 11 April berakhir tanpa kesepakatan.
Para mediator terus berusaha mengadakan pembicaraan baru antara AS dan Iran, meski ketegangan masih berlanjut. Upaya ini diharapkan bisa membuka jalan bagi penyelesaian konflik yang telah mengganggu keamanan laut Selat Hormuz.