Topics Covered: Spanyol serukan reformasi PBB, desak pembelaan demokrasi lebih kuat
Spanyol Serukan Reformasi PBB, Desak Pembelaan Demokrasi Lebih Kuat
Jenewa – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Sabtu (18/4), mengajak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk diubah dan direformasi agar lebih sesuai dengan kondisi abad ke-21. Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Barcelona selama pertemuan keempat Dalam Pembelaan Demokrasi.
Sanchez menyoroti ancaman yang semakin signifikan terhadap prinsip multilateralisme, hukum internasional, serta lembaga-lembaga demokratis. Menurutnya, reformasi menjadi penting agar PBB dapat memimpin sistem internasional yang lebih efisien, transparan, serta inklusif. “PBB perlu beradaptasi dengan dunia modern dan menunjukkan peran yang lebih representatif,” tambahnya.
Dalam pidatonya, ia juga mengusulkan bahwa PBB harus dipimpin oleh perempuan. Hal ini dianggapnya bukan sekadar soal keadilan, tetapi juga berkaitan dengan kredibilitas institusi.
Sudah saatnya beralih dari komitmen ke tindakan
, katanya, menggarisbawahi perlunya tindakan nyata.
Sanchez menekankan bahwa demokrasi sedang menghadapi tekanan baik dari dalam maupun luar. Ia mengingatkan bahaya jika sistem demokrasi menjadi kosong dari dalam sementara terus diserang dari luar.
Respons kita tidak bisa hanya bersifat defensif, perlawanan saja tidak cukup
, tambahnya, menyatakan bahwa demokrasi harus diperkuat dan dikembangkan secara terus-menerus.
Dalam upaya menjaga integritas demokrasi, ia menyerukan regulasi yang jelas untuk media sosial. Sanchez memperingatkan dampak negatif disinformasi terhadap persepsi publik. “Algoritma tidak boleh memberi penghargaan kepada kebencian, polarisasi, konfrontasi, atau pesan kekerasan,” ujarnya.
Kebutuhan aturan bagi teknologi juga disampaikannya sebagai langkah penting. Meskipun mengakui kemajuan yang bisa dicapai melalui inovasi digital, ia menekankan bahwa “tanpa aturan, teknologi memecah belah kita dan membuat kita lebih bergantung.”