Main Agenda: Orang tua laporkan manajer kursus atas dugaan ancaman terhadap anak

Orang Tua Laporkan Manajer Kursus Atas Dugaan Ancaman Terhadap Anak

Jakarta – Seorang ibu yang menjadi korban melaporkan manajer sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris, dengan nama inisial V (29), ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya. Laporan tersebut diajukan pada 6 April, dan hingga kini masih dalam proses investigasi, kata Susandi, orang tua korban, saat menghadiri konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu.

Peristiwa Terjadi Saat Anak Terjatuh

Menurut Susandi, insiden bermula pada Kamis (2/4) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Saat itu, anaknya terjatuh di tempat kursus. Ia kemudian datang untuk melihat rekaman CCTV, tetapi diberi penjelasan bahwa hal tersebut termasuk ranah privasi. “Saya hanya dianjurkan untuk menunggu dengan sabar,” tambahnya.

“Ketika kami datang, malah dia melontarkan kata-kata yang tidak pantas, berisi ujaran rasisme, penghinaan saya sebagai profesi, dan yang lebih parahnya lagi, dia mengancam anak saya dengan ancaman kekerasan,” ujar Susandi.

Pada hari Sabtu (4/4), Susandi akhirnya diperbolehkan melihat rekaman CCTV. Namun, kata dia, pihak kursus tidak memberikan penjelasan yang jelas. Dalam kesempatan itu, ia diminta datang ke lokasi kursus oleh terduga pelaku. Susandi menyebut manajer tersebut justru menggunakan bahasa yang diduga mengandung ancaman kekerasan.

Koordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak

Sebelum melaporkan kasus, Susandi berkoordinasi dengan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi. Menurutnya, Kak Seto mengapresiasi langkah melaporkan dugaan kekerasan verbal terhadap anak. “Kata-kata ancaman yang dikeluarkan manajer tersebut melanggar UU Perlindungan Anak,” tutur Susandi.

Susandi juga melampirkan bukti-bukti rekaman saat manajer mengancam anaknya dalam laporan yang diberi nomor STTLP/B/2347/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Ia berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi lembaga kursus lainnya untuk lebih memperhatikan peserta didik. “Mereka seharusnya menjawab dengan baik ketika kami meminta informasi atau koordinasi,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *