New Policy: Menkes Jelaskan Pentingnya Nutri-Level: Biar Tersindir dan Tersadar
Menkes Jelaskan Pentingnya Nutri-Level: Biar Tersindir dan Tersadar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya kadar gula dalam minuman yang banyak diminum masyarakat. Ia menegaskan bahwa satu gelas minuman seperti matcha manis bisa mengandung 3-4 sendok makan gula, atau sekitar 50 gram.
“Makanya penting banget pasang label Nutri-Level di setiap minuman siap saji. Biar kalian tersindir dan tersadar,”
ujar Budi dalam program Budi Gemar Sharing (#BGS) di reel Instagram @bgsadikin, Rabu (22/4/026).
Budi menyebutkan bahwa banyak orang tidak menyadari seberapa besar asupan gula harian yang bisa terkumpul hanya dari satu gelas minuman. Ia menambahkan, konsumsi gula berlebih adalah salah satu penyebab utama penyakit tidak menular, seperti diabetes dan obesitas. Menurutnya, sistem Nutri-Level akan membantu konsumen memilih produk yang lebih sehat.
Pelabelan Nutri-Level sebagai Panduan
Kebijakan pelabelan Nutri-Level sedang disiapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sistem ini akan ditampilkan di bagian depan kemasan (front of pack nutrition labelling) agar masyarakat lebih mudah membandingkan pilihan makanan dan minuman. Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan bahwa Nutri-Level diberi tanda huruf A hingga D serta warna berbeda.
Level A berwarna hijau tua dan menunjukkan kandungan GGL (gula, garam, lemak) yang paling rendah, seperti pada kopi hitam atau americano. Sementara level D berwarna merah, menandakan produk yang perlu dikonsumsi dengan batasan.
“Dengan pelabelan Nutri-Level diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang lebih sehat,”
ujarnya.
BPOM menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk melarang produk tertentu, melainkan sebagai panduan agar konsumen bisa mengambil keputusan yang lebih bijak. Penerapan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari minuman siap saji. Ia juga menyarankan masyarakat tetap bisa menikmati minuman favorit dengan cara yang lebih terukur, misalnya meminta kadar gula lebih rendah.
“Manis atau tidak manis, kalau ada pemanis buatan, itu tidak saya rekomendasikan setiap hari,”
tegas Budi sambil memperlihatkan perbedaan jumlah gula dalam contoh minuman.