New Policy: Menkes Ungkap Jenis Minuman yang Bikin Kamu Jadi Pasien Cuci Darah

Menkes: Pilihan Minuman Sederhana Bisa Jaga Kesehatan Ginjal

Di tengah popularitas minuman manis berwarna yang marak, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan nasihat menyentuh. Ia menekankan pentingnya masyarakat kembali ke minum air putih. Dalam sesi diskusi santai bersama dr. Gia Pratama, Budi secara spontan memilih air biasa daripada minuman berwarna yang ditawarkan.

“Kalau minuman berwarna tidak baik untuk kesehatan, dok. Saya lebih memilih air putih agar tidak jadi pasien dr. Gia,” ujar Budi, yang diterima dari reel Instagram @bgsadikin dalam acara Budi Gemar Sharing (BGS), Kamis (23/4/2026).

Menkes Budi menyoroti kenyataan di lapangan, di mana banyak pasien yang diperlakukan oleh dr. Gia mengalami gagal ginjal dan membutuhkan terapi cuci darah. Dokter Gia menyetujui hal ini, menyebutkan bahwa meningkatnya kasus penyakit ginjal terkait dengan pola hidup, terutama konsumsi gula berlebih dan tekanan darah tinggi.

“Penyebab utamanya adalah kadar gula dan tekanan darah yang tinggi. Padahal ini bisa dicegah, sehingga tidak perlu mengalami cuci darah rutin dua minggu sekali,” jelas dr. Gia.

Menkes Budi juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah. Pemeriksaan tersebut bisa mendeteksi dini kondisi tekanan darah dan kadar gula, memungkinkan penanganan lebih awal di puskesmas sebelum berkembang menjadi penyakit serius.

“Jika ditemukan di atas batas normal, segera ke Puskesmas dan minta obat. Ini bisa dicegah dengan cepat,” tegas Budi.

Ia menekankan bahwa pencegahan dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk penggunaan minuman sehat. Menkes Budi secara tegas meminta masyarakat mengurangi konsumsi minuman manis dan berwarna, yang kini mudah dijumpai di berbagai tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *