New Policy: Wamenekraf dorong penguatan IP lokal hadapi perkembangan zaman
Wamenekraf Dorong Penguatan IP Lokal Hadapi Perkembangan Zaman
Jakarta – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya penguatan hak kekayaan intelektual lokal dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, kunci untuk menghadapi persaingan global adalah dengan terus mengembangkan ide dan memanfaatkan kearifan lokal sebagai fondasi yang terus bertransformasi agar tetap relevan dalam gaya hidup masa kini.
Dalam pidatonya, Irene mengungkapkan bahwa kekuatan sebuah merek terletak pada kemampuannya bertahan relevan seiring dinamika industri. “IP yang kuat adalah source code yang membuat kita menang di kancah global,” kata dia. Ia menambahkan bahwa Dagadu, yang telah berdiri sejak 1994, menjadi contoh bagus tentang keberhasilan menjaga relevansi selama tiga dekade melalui narasi budaya yang dikelola secara modern.
Jenama Lokal sebagai Simbol Kreativitas Yogyakarta
Irene juga menyoroti Bakpia Pathok 25, yang berdiri sejak 1948, sebagai pionir kuliner legendaris yang tetap hidup dalam persaingan masa kini. Gerai Dagadu Alun-Alun Utara dianggap sebagai simbol lokal yang mempertahankan identitasnya selama 30 tahun melalui kekuatan narasi budaya yang diintegrasikan dengan strategi kontemporer.
Bakpia Pathok 25 dan Dagadu Jogja menjadi ikon wajib bagi wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta. Kedua merek ini menunjukkan bahwa warisan lokal dapat diadaptasi menjadi entitas IP yang kolaboratif. “Dengan sinergi kreatif, mereka bisa merawat gairah tradisi agar terus berlanjut dan memikat masyarakat masa kini,” ujarnya.
“Pangan lokal ini adalah sekeping kenangan autentik khas Jogja yang tak boleh kehilangan jati dirinya meski diproduksi dalam jumlah besar,” tambah Irene.
Dalam kunjungannya ke dua jenama tersebut, Irene berharap produk lokal tetap mempertahankan nilai dasar mereka sambil beradaptasi dengan tuntutan pasar global. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan tidak hanya terletak pada produksi, melainkan pada pengelolaan IP yang mampu bertahan relevan di tengah dinamika industri.
Irene berharap kesuksesan Bakpia Pathok 25 dan Dagadu dapat menjadi inspirasi bagi pelaku ekraf muda Yogyakarta. “Mereka perlu lebih berani membangun dan mematenkan IP mereka sejak awal,” imbuhnya.