Key Strategy: Tinggi peminat, Pemkot Jaktim perkuat pembinaan melon Inthanon
Tinggi peminat, Pemkot Jaktim perkuat pembinaan melon Inthanon
Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur sedang mengintensifkan dukungan untuk sektor pertanian perkotaan, khususnya tanaman melon varietas Inthanon yang mulai diminati oleh masyarakat. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan bahwa upaya ini tidak hanya dilakukan di tingkat pemerintahan kota, tetapi juga melibatkan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian, serta para petani berpengalaman yang berperan sebagai penggerak utama.
“Pembinaan tidak hanya dilakukan secara terus-menerus, tetapi juga mencakup berbagai level, mulai dari kota hingga penggerak tani yang sudah memiliki pengalaman untuk mentransfer ilmu kepada kelompok tani lainnya,” terang Munjirin saat mengikuti kegiatan panen melon Inthanon di RW 012, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, hasil panen melon Inthanon saat ini langsung dijual oleh kelompok tani. Tujuannya adalah agar keuntungan dapat dijadikan modal usaha, sehingga pertanian perkotaan bisa berkembang mandiri. Munjirin menekankan bahwa pengelolaan hasil panen ini menjadi strategi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian.
“Permintaan pasar sangat tinggi, tetapi kapasitas produksi masih terbatas. Jika ada pesanan, seringkali kita tidak bisa memenuhi. Panen apa pun pasti laku, jadi jangan ragu untuk menanam,” ujar Amin, ketua kelompok tani melon Inthanon di Jakarta Timur.
Menurut Amin, antusiasme pasar justru menjadi tantangan bagi petani. Meski demikian, ia yakin kekhawatiran terhadap pemasaran tidak perlu menghambat kegiatan ini. Kualitas hasil panen yang baik menjamin adanya peluang pasar. Pemkot Jaktim juga berupaya meningkatkan produksi dengan menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan, termasuk program sosial dari Bank BRI melalui Yayasan Baitul Maal.
Kerja sama ini bertujuan memanfaatkan lahan seluas 320×15 meter untuk pengembangan pertanian, khususnya tanaman sayuran. Amin menyebut program tersebut akan melibatkan kelompok masyarakat yang membutuhkan tambahan pendapatan, seperti ibu-ibu dan janda. “Anggota kelompok akan mendapatkan bagian dari hasil panen, dan usaha ini diharapkan bisa memberdayakan warga,” jelas Amin.
Program tersebut masih menunggu persetujuan izin sebelum berjalan penuh. Amin berharap kolaborasi ini mampu mendorong pertumbuhan pertanian perkotaan serta memberikan dampak sosial yang positif. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan dari berbagai pihak, pertanian perkotaan di Jakarta Timur diyakini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi warga.