Key Strategy: Tak Buru-Buru Spin Off, Permata Bank Syariah Siapkan Strategi Ini
Tak Buru-Buru Spin Off, Permata Bank Syariah Siapkan Strategi Ini
Jakarta, PT Bank Permata Tbk. (BNLI) sedang merencanakan langkah strategis untuk mengimplementasikan spin off unit usaha syariah (UUS) mereka. Rudy Basyir Ahmad, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan lebih menekankan penguatan neraca keuangan serta model bisnisnya. Menurutnya, spin off akan dilakukan setelah aset UUS Permata Bank Syariah berkembang secara stabil dan mencapai ambang batas yang ditentukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Permata Bank Syariah fokus pada pengembangan segmen pasar yang menjanjikan, seperti ritel, UKM, dan komersial. Langkah ini bertujuan memperkuat daya saing di tengah pertumbuhan industri perbankan syariah yang semakin pesat. Rudy juga menegaskan bahwa bank milik Bangkok Bank ingin menjaga diversifikasi neraca. Saat ini, portofolio utamanya masih berada di korporasi dan KPR, tetapi akan ditingkatkan untuk mencakup sektor-sektor lain.
“Harapan saya yang kita tumbuh dengan sustain kita tumbuh lebih kuat nanti harapannya ketika kita sudah mendekati aset di Rp50 triliun ya tentunya kita akan siap memenuhi requirement spin-off dari OJK,” ujar Rudy saat media briefing Syariah Untuk Semua, Rabu (22/4/2026>.
Saat ini, aset UUS Permata Bank mencapai Rp36,81 triliun per Desember 2025, turun sedikit dari tahun sebelumnya Rp37,41 triliun. OJK menetapkan syarat spin off, yaitu aset UUS harus mencapai setengah dari total aset induk atau minimal Rp50 triliun. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan OJK (POJK) No.12/2023 tentang Unit Usaha Syariah.
Rudy menambahkan bahwa bank tidak ingin terburu-buru mengubah status menjadi bank umum syariah (BUS). Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan yang terlalu cepat bisa berisiko jika tidak disesuaikan dengan kondisi ekonomi. “Tergantung situasi kondisi ekonomi, bisa kita tumbuhnya cepat, bisa juga kita harus lebih berhati-hati. Yang penting adalah bagaimana kita tumbuh sustainable dan berkelanjutan,” tuturnya.