Key Strategy: Top! Kredit Digital Bank Raya Tumbuh 29% di Kuartal I-2026
Bank Raya Tumbuh 29% dalam Kredit Digital di Kuartal I-2026
Dalam Kuartal I/2026, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, didukung oleh kinerja kuat di berbagai sektor, termasuk penyaluran kredit digital, penghimpunan dana simpanan digital, serta penguatan dasar keuangan. Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar, yang diperkuat oleh peningkatan pendapatan bunga sebesar Rp308,35 miliar atau naik 7,5% (yoy). Pendapatan bunga kredit sendiri mengalami kenaikan 11,0% (yoy) menjadi Rp226,29 miliar.
Pada sektor kredit digital, Bank Raya mengalami pertumbuhan signifikan sebesar Rp8,14 triliun, meningkat 29,0% (yoy). Selain itu, outstanding kredit digital juga mengalami peningkatan sebesar 33,1% (yoy) menjadi Rp3,14 triliun. Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi strategi transformasi digital yang dijalankan perusahaan.
Strategi Digital Memberi Dampak Positif
“Pertumbuhan kinerja di awal tahun 2026 menunjukkan komitmen kami dalam mengimplementasikan transformasi digital secara terukur. Ini juga mencerminkan penguatan ekosistem digital serta perbaikan layanan kepada nasabah,” ungkap Subagia, dikutip Kamis (23/4/2026).
Salah satu produk utama Bank Raya, Pinang Dana Talangan, terus menunjukkan performa kuat. Selama tiga bulan pertama tahun 2026, produk ini menyalurkan dana sebesar Rp7,25 triliun, naik 33,4% (yoy), dengan outstanding mencapai Rp1,15 triliun atau meningkat 63,0% (yoy). Dana tersebut dialokasikan kepada sekitar 52 ribu agen BRILink dan agen gadai.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perusahaan tumbuh menjadi Rp8,44 triliun, didorong oleh pertumbuhan dana murah dari produk giro dan tabungan yang mencapai Rp3 triliun atau naik 30,2% yoy. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh popularitas Digital Saving, yang mengalami peningkatan 63,9% (yoy) hingga mencapai Rp2,30 triliun. Subagia menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan peningkatan adopsi layanan digital oleh masyarakat, seiring upaya perusahaan dalam memperkuat literasi keuangan.
Pertumbuhan Momentum yang Berkelanjutan
“Kami terus menjaga momentum pertumbuhan di awal tahun 2026 melalui inovasi digital dan pengembangan produk yang selaras dengan kebutuhan pasar,” kata Subagia. “Tujuan kami adalah menghadirkan layanan perbankan digital yang inklusif, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat sinergi ekosistem untuk membuka peluang pertumbuhan baru.”
Peningkatan rasio profitabilitas juga tercatat dalam Kuartal I/2026. Rasio Net Interest Margin (NIM) naik 91 basis poin menjadi 5,78%, berkat optimalisasi aset produktif dan manajemen biaya yang lebih efisien. Kondisi likuiditas perusahaan tetap stabil, terlihat dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 81,64%, rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) 442,55%, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) 164,71% di atas ambang minimum 100%. Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 41,8% di Maret 2026 menjadi penjaminan bahwa Bank Raya dapat menjaga pertumbuhan digital secara berkelanjutan.
Untuk mendorong inklusi keuangan digital, Bank Raya meluncurkan inovasi berupa program apresiasi “Raya Poin” yang berlaku hingga 31 Januari 2027. Program ini memberikan reward kepada nasabah yang aktif bertransaksi dan meningkatkan saldo melalui aplikasi Raya. Poin yang dikumpulkan bisa ditukar dengan hadiah menarik, seperti kupon undian, voucher, serta bentuk insentif lainnya.