Latest Program: AALI Anggarkan Capex Rp1,4 T, Fokus Replanting Sawit 8.000 Ha

AALI Berencana Alokasikan Capex Rp1,4 T, Prioritas Replanting 8.000 Hektare

Dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah menyiapkan anggaran modal kerja (Capex) sebesar Rp1,4 triliun untuk tahun 2026. Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 79% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai Rp782 miliar. Presiden Direktur AALI, Djap Tet Fa, menjelaskan bahwa sebagian besar dana akan dialokasikan ke sektor tanaman, dengan proporsi 63,8%. Sisanya dibagi antara pengolahan dan distribusi, masing-masing 19,8% dan 16,4%.

“Sebagian besar CAPEX pada tahun 2020 menurut mayoritas akan kita alokasikan untuk plantation dalam penggunaan dari planting sebesar 63,8%. Lalu mill dan port sebesar 19,8% dan non-plantation untuk kendaraan angkut segala macam sebesar 16,4% untuk mendukung produksi dan produktivitas,” ujar Djap Tet Fa.

Prioritas Replanting dan Target Luas Lahan

Dalam strategi jangka panjang, AALI menekankan percepatan replanting sebagai prioritas utama. Perusahaan mengupayakan peningkatan luas lahan yang ditanami kembali, dari rata-rata 4.000 hektare per tahun menjadi 5.000 hektare pada tahun lalu. Djap Tet Fa menegaskan rencana untuk menargetkan minimal 6.000 hektare replanting dalam empat tahun ke depan, dengan harapan mencapai 8.000 hektare pada akhir 2026.

Kenaikan Biaya Produksi Akibat Perang Global

Menurut Djap, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memberi dampak pada biaya operasional industri kelapa sawit. Fluktuasi harga bahan baku, seperti solar dan pupuk, menjadi faktor utama. Harga solar non-subsidi melonjak hampir 90% sejak April, dari Rp14.000-Rp15.000 menjadi hampir Rp25.000 per liter. Sementara itu, biaya pupuk meningkat karena ketergantungan pada harga gas dan minyak global.

“Kenaikan biaya energi juga berdampak pada meningkatnya ongkos logistik. Para transporter menghadapi biaya operasional yang lebih tinggi sehingga turut menekan biaya distribusi industri sawit,” tambah Djap.

Kinerja Finansial dan Peningkatan Produksi

Di sisi laporan keuangan, AALI mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun, naik 28,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan bersih juga meningkat 31% menjadi Rp28,7 triliun dari Rp21,8 triliun di 2025. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan volume produksi CPO sebesar 6% YoY, mencapai 1,2 juta ton, serta peningkatan produksi kernel sebesar 8% YoY, hingga 252 ribu ton.

Sementara itu, penjualan CPO dan turunannya naik 13% menjadi 1,8 juta ton. Penguatan performa perusahaan juga dipengaruhi oleh katalis permintaan dan pasokan dalam sektor komoditas, dengan harga jual rata-rata (ASP) CPO meningkat 11% YoY dari Rp12.883 per kilogram ke Rp14.316 per kilogram pada 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *