Main Agenda: Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Jadi Rp 17.125
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Jadi Rp 17.125
Jakarta, Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis, 16 April 2026. Berdasarkan data Refinitiv, mata uang lokal berada di posisi Rp17.125 per dolar pada pukul 15.00 WIB, dengan kenaikan 0,03%. Rupiah terbuka dengan apresiasi 0,03% ke Rp17.125 per dolar AS seperti di awal sesi pagi.
Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) turun 0,04% ke 98,100 pada jam 15.00 WIB. Penguatan rupiah hari ini berlangsung meski dolar AS sedang mengalami penurunan di pasar global. Hal ini menciptakan peluang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk memperkuat diri.
Sentimen Global Membuka Ruang Penguatan
Naiknya rupiah pada perdagangan hari ini didorong oleh harapan pasar terhadap kesepakatan damai dengan Iran. Investor mulai mengurangi kepemilikan aset safe haven seperti dolar AS, karena optimisme terhadap resolusi konflik tersebut. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang AS-Israel melawan Iran telah ‘mendekati akhir’. Gedung Putih juga mengungkapkan optimisme terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan, dengan menyebut pembicaraan lanjutan mungkin diadakan kembali di Pakistan.
Indonesia Dinyatakan Sebagai Titik Terang Ekonomi Global
Dalam rangkaian agenda IMF Spring Meetings 2026 di Amerika Serikat (13-18 April 2026), Indonesia kembali dianggap sebagai salah satu titik terang bagi pertumbuhan ekonomi internasional. Hal ini disampaikan oleh Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, selama pertemuan dengan Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta anggota DPR.
“IMF dan investor global mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang solid, disiplin dalam mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal,” kata Anton Pitono dalam siaran pers, Rabu (15/4/2026).