Meeting Results: BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April
BI: Kenaikan BBM Non-Subsidi Berkontribusi 0,04% pada Inflasi April
Dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang disampaikan Rabu (22/4/2026), Deputi Gubernur BI Aida S Budiman menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi masih memiliki dampak yang terbatas. BI memperkirakan bahwa perubahan ini tidak akan mengganggu target inflasi tahunan.
Analisis terhadap Pengaruh BBM Nonsubsidi
Kenaikan BBM nonsubsidi, menurut Aida, akan muncul sebagai kontribusi kecil terhadap inflasi bulan April 2026. “BBM nonsubsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar, hanya sebesar 0,04 persenan sekitar itu,” katanya dalam wawancara.
“BBM nonsubsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar, hanya sebesar 0,04 persenan sekitar itu,” kata Aida.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menyebutkan bahwa laju inflasi domestik hingga Maret 2026 tetap terkendali pada 3,48% secara tahunan. “Alhamdulillah inflasi kita untuk bulan Maret ini 2026, inflasi IHK kita ini tercatat masih terjaga 3,48 persen year on year. Ini masih di dalam kisaran yang kita tetapkan,” ujarnya.
“Alhamdulillah inflasi kita untuk bulan Maret ini 2026, inflasi IHK kita ini tercatat masih terjaga 3,48 persen year on year. Ini masih di dalam kisaran yang kita tetapkan,” katanya.
BI mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM akan memengaruhi biaya barang dan jasa, baik langsung maupun melalui distribusi dan produksi. Faktor eksternal seperti kenaikan komoditas energi serta gangguan pasokan juga memberikan tekanan tambahan. Risiko El Nino Godzilla, yang bisa menyebabkan kemarau panjang, berpotensi mengganggu kestabilan pasokan pangan.
Oleh karena itu, BI telah menggerakkan seluruh kantor perwakilan di tanah air untuk mengantisipasi tekanan inflasi. “BI melalui 46 kantor perwakilan dalam negeri ini siap merespons potensi tekanan inflasi dari global, khususnya dari kenaikan harga energi atau BBM,” tegas Ricky Perdana Gozali.