Video: Rupiah Anjlok & Dolar AS Sentuh Rp 17.100 – Apa Yang Terjadi?
Video: Rupiah Anjlok & Dolar AS Sentuh Rp 17.100, Apa Yang Terjadi?
Pada hari Selasa, 14 April 2026, mata uang Rupiah mengalami pelemahan terbesar sejak awal tahun, mencapai level Rp 17.118 per Dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih memanas, mempercepat tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Apa penyebabnya dan bagaimana tren ini berdampak pada pasar keuangan?
Untuk mendalami fenomena ini, simak wawancara menarik antara Andi Shalini dan FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama, dalam program Squawk Box. Diskusi mereka memberikan penjelasan mendalam mengenai dinamika pergerakan Rupiah di tengah ketegangan geopolitik global.
Analisis Pergerakan Rupiah
“Pelembahan Rupiah saat ini terjadi karena ekspektasi ketegangan yang berkelanjutan antara AS dan Iran,” ungkap Elvan Chandra Widyatama. “Investor cenderung mengalihkan dana ke mata uang lebih stabil seperti Dolar AS, sehingga memperkuat permintaan terhadap dolar.”
Konflik tersebut menciptakan ketidakpastian di pasar, yang memicu aliran dana keluar dari pasar lokal. Meski pemerintah berupaya mengurangi tekanan melalui kebijakan moneter, keadaan ini terus berlangsung hingga saat ini.