Key Strategy: Bukan Family Office, Purbaya Setuju Ide Luhut Bentuk KEK Jasa Keuangan
Bukan Family Office, Purbaya Setuju Ide Luhut Bentuk KEK Jasa Keuangan
Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan telah mencapai kesepakatan bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang dipimpin oleh Luhut Binsar Panjaitan terkait pembentukan Pusat Keuangan Internasional di Indonesia. Menurutnya, proyek ini akan dibangun dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus sektor Jasa Keuangan, bukan sebagai Family Office seperti yang sempat diperbincangkan.
“Sebetulnya bukan family office, nanti kawasan ekonomi khusus untuk financial sector,” ujar Purbaya di Gedung BPPK, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Purbaya menjelaskan bahwa model KEK Jasa Keuangan yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia adalah yang telah terwujud di Dubai. Dengan mengacu pada pengalaman tersebut, ia yakin proyek ini bisa segera terealisasi.
“Yang masuk untuk saya adalah yang model Dubai, gitu. Kita akan kejar dalam waktu dekat,” tambahnya.
Selain itu, Purbaya menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan untuk pembangunan KEK Jasa Keuangan. Proyek tersebut akan diawasi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Presiden sudah memberikan perintah dan petunjuk. Jadi Pak Menko Perekonomian akan lead timnya, nantikan kita bantu dari situ,” paparnya.
Sebelumnya, Ketua DEN Luhut Binsar Panjaitan telah mengusulkan pembangunan International Financial Center saat melaporkan situasi ekonomi nasional kepada Presiden di Istana Merdeka, Selasa (21/4). Ia menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan memanfaatkan pergeseran arus modal global.
“Kita tidak hanya bicara soal bertahan, tapi bagaimana mengambil manfaat dari situasi ini. Percepatan GovTech dan pembangunan Indonesia Financial Center adalah langkah strategis kita untuk memanfaatkan pergeseran arus modal global. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan dunia usaha, kita optimis momentum ini dapat kita jadikan katalis bagi lompatan kemajuan nasional,” kata Luhut.