Latest Program: Ibu Donald Trump Sebut Anaknya Idiot? Cek Fakta Sebenarnya
Ibu Donald Trump Sebut Anaknya Idiot? Cek Fakta Sebenarnya
Sebuah klaim viral di media sosial menyebut bahwa Mary Anne MacLeod Trump, ibu mantan presiden Amerika Serikat Donald Trump, pernah menyebut sang anak sebagai “idiot.” Pernyataan tersebut menyebar dengan cepat, terutama dalam konteks sorotan terhadap Trump yang sering memicu kontroversi melalui ucapan dan kebijakan yang berubah-ubah. Namun, setelah diinvestigasi, fakta menunjukkan bahwa kutipan ini tidak memiliki dasar yang kuat.
“Ya, dia idiot tanpa akal sehat sama sekali, dan tanpa keterampilan sosial, tetapi dia adalah putraku. Aku hanya berharap dia tidak pernah terjun ke politik. Dia akan menjadi bencana,” ujar Mary Anne MacLeod Trump dalam kutipan yang beredar.
Dilaporkan oleh Reuters, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Mary Anne Trump pernah mengucapkan hal tersebut. Selain itu, kutipan yang viral juga tidak dilengkapi tanggal atau sumber yang jelas. Meski demikian, hubungan antara Donald Trump dengan ibunya tidak sepenuhnya bebas dari ketegangan.
Konteks dalam Buku Memoar
Dalam buku karya keponakannya, Mary L. Trump, berjudul “Too Much and Never Enough: How My Family Created the World’s Most Dangerous Man (2020),” diungkapkan bahwa Mary Anne sering mengeluh tentang sikap Donald yang kurang mendengarkan nasehat. Meski tidak menyebutnya secara langsung sebagai “idiot,” kebiasaan Trump yang sering mengganggu keharmonisan keluarga tetap menjadi topik yang dibahas.
“Dia tidak pernah mendengarkan saya,” kata Mary Anne MacLeod Trump dalam buku tersebut.
Mary L. Trump, yang berlatar belakang sebagai psikolog, menjelaskan bahwa perilaku Donald terlihat sejak lama. Namun, karena dukungan dari ayahnya, sang anak selalu terhindar dari konsekuensi. Gaya bicara Trump yang dianggap kasar juga diungkap sebagai warisan lingkungan keluarga, di mana ia sering melontarkan komentar merendahkan selama makan malam bersama.
Ketegangan dalam keluarga terjadi karena kebiasaan tersebut kerap ditanggapi dengan tawa oleh anggota keluarga lain. Ketika bukunya dirilis pada 2020, Donald Trump membantah dan menyebut peluncuran tersebut melanggar perjanjian kerahasiaan. Ia menegaskan bahwa keluarganya telah menandatangani kesepakatan untuk tidak mengungkap hal pribadi melalui media apa pun.