Main Agenda: 12 Update Terkini Perang AS-Iran, Negosiasi Tahap 2-Respons China

12 Update Terkini Perang AS-Iran, Negosiasi Tahap 2-Respons China

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah terus berkembang, dengan dampak yang dirasakan hingga ke tingkat global. Berbagai isu baru muncul, mulai dari krisis pangan hingga upaya negosiasi perdamaian. CNBC Indonesia menghimpun informasi terbaru mengenai situasi konflik ini, termasuk respons dari negara-negara besar.

Krisis Pangan Global Menjelma Jadi Ancaman Baru

Kepala Ekonom Bank Dunia, Indermit Gill, mengingatkan bahwa perang berpotensi memperparah krisis pangan di seluruh dunia. Menurutnya, efek domino dari konflik bisa menekan pertumbuhan ekonomi dan mengancam kesejahteraan negara-negara rentan. “Ada sekitar 300 juta orang yang sudah mengalami kerawanan pangan akut. Angka itu bisa naik 20 persen secara cepat,” terang Gill kepada AFP.

Wall Street Mencatat Rekor Meski Konflik Berlangsung

Saat krisis geopolitik memanas, Wall Street justru mengalami peningkatan signifikan. Indeks utama mencapai level tertinggi, didorong oleh harapan investor bahwa kesepakatan antara AS dan Iran bisa tercapai dalam waktu dekat.

Netanyahu Menegaskan Kesamaan Pandangan dengan AS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa negaranya bersatu dengan AS dalam menghadapi Iran. “Kami ingin menghentikan kegiatan pengayaan uranium di Iran dan membuka kembali Selat Hormuz,” kata dia dalam pidato televisi.

Pembubaran Hizbullah Jadi Prioritas dalam Perundingan

Netanyahu juga menyebut pembubaran Hizbullah sebagai tujuan utama saat berdiskusi dengan Lebanon. “Perundingan memiliki dua fokus: pertama, mengakhiri keberadaan Hizbullah; kedua, mewujudkan perdamaian melalui kekuatan,” tegasnya.

AS Meluncurkan Blokade Laut untuk Membatasi Impor Iran

Di hari pertama blokade laut, Komando Militer AS (CENTCOM) mengklaim telah menghentikan 10 kapal dari pelabuhan Iran. Namun, data pelacakan menunjukkan setidaknya tiga kapal berhasil melintasi Selat Hormuz, meskipun sebagian kembali ke arah yang berlawanan.

Diplomasi Pakistan Mendapat Perhatian Global

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Qatar, dan Turki. Sementara itu, delegasi militer Pakistan juga bertemu dengan pihak Iran di Teheran, menunjukkan upaya mendekati berbagai pihak untuk menyelesaikan konflik.

China Mendukung Upaya Perdamaian

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan dukungan terhadap perundingan damai yang berlangsung. “Beijing mendukung pemeliharaan momentum gencatan senjata dan negosiasi perdamaian,” kata dia kepada rekan dari Iran.

11 Negara Mendesak IMF dan Bank Dunia Berikan Bantuan Darurat

Satu belas negara, termasuk Inggris dan Jepang, meminta bantuan darurat dari IMF dan Bank Dunia. Mereka menekankan perlunya dukungan terkoordinasi guna mengatasi dampak ekonomi akibat konflik di wilayah Timur Tengah.

Inggris Menolak Terlibat dalam Konflik

Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris, menegaskan bahwa negaranya tidak akan ikut campur dalam perang AS-Iran. “Ini bukan perang kami. Kami tidak akan terseret ke dalam konflik ini,” ujarnya di parlemen, menjawab tekanan dari Presiden AS Donald Trump.

Iran Tetap Bersikukuh soal Hak Pengayaan Uranium

Iran menolak untuk mengubah kebijakan pengayaan uranium, menyatakan bahwa haknya tidak bisa diganggu. Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa tingkat pengayaan bisa menjadi bahan negosiasi dalam perundingan damai.

Negosiasi Tahap Dua AS-Iran Dibicarakan di Islamabad

Gedung Putih mengungkapkan bahwa tahap kedua pembicaraan damai dengan Iran sedang disiapkan. Sekretaris Pers Karoline Leavitt menyebut bahwa pertemuan lanjutan “sangat mungkin” diadakan di Islamabad, Pakistan, dengan harapan mencapai kesepakatan.

Israel Memperketat Zona Operasi di Lebanon

Kepala Staf Militer Israel memerintahkan wilayah selatan Sungai Litani di Lebanon dijadikan “zona operasi” untuk menghentikan aktivitas Hizbullah. Langkah ini seiring dengan eskalasi operasi militer di daerah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *