Main Agenda: OJK Gencarkan Literasi & Perluas Akses Keuangan Syariah ke Pesantren

OJK Berupaya Perluas Akses Keuangan Syariah ke Pesantren

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah dan memperluas aksesnya. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Ekosistem Pesantren, yang bertujuan mendukung Program Prioritas Pemerintah serta mendorong kemandirian ekonomi. Pada acara Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS) serta Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono menyampaikan bahwa pesantren berperan penting sebagai pusat pendidikan dan penggerak perekonomian. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Selasa (14/4), melibatkan kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dicky menekankan bahwa pesantren dengan jumlah santri besar bisa menjadi penyangga ekonomi yang kuat. “Program pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada kebutuhan saat ini, tetapi juga memperkuat basis kebutuhan generasi mendatang,” ujarnya dalam keterangan resmi. Ia juga menyebutkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dampak ganda, yaitu memperbaiki kesehatan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Selain itu, program ini membuka peluang ekonomi luas bagi masyarakat sekitar pesantren, yang bisa menjadi bagian dari rantai pasok.

“Program ini menyasar kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan peserta didik, termasuk santri. Pemerintah berharap anak-anak bangsa sudah mendapat asupan gizi yang baik sejak dalam kandungan,” kata Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya. Menurutnya, MBG juga melibatkan jutaan relawan, terutama dari kalangan masyarakat ekonomi rendah, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan.

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf mengapresiasi program MBG sebagai langkah mendasar untuk memperkuat kualitas santri. “Tujuan utama adalah menghasilkan individu yang intelektual, fisik, dan rohaniah berkembang secara maksimal,” ungkap Gus Yahya. Ia menambahkan bahwa pesantren bertujuan menciptakan generasi penerus bangsa yang siap bersaing, dengan dukungan program gizi dan pengembangan usaha di lingkungan pesantren.

Kegiatan FEBIS dan SAKINAH merupakan bagian dari upaya kolektif dalam memperkuat ekosistem perekonomian pesantren. Melalui SAKINAH, OJK menggencarkan edukasi keuangan syariah bagi santri, dengan tema “Santri Sehat, Keuangan Kuat, Masa Depan Hebat”. Program ini bertujuan memberikan pemahaman tentang kesehatan finansial dan fisik kepada generasi muda. Dicky menyatakan bahwa OJK tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai katalis yang mempercepat hubungan antara pelaku usaha dan lembaga keuangan, serta membuka akses yang lebih luas.

Dalam rangka memperkuat ekosistem pesantren, Dicky menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, regulator, industri jasa keuangan, pesantren, dan masyarakat. Kemitraan ini diharapkan mendorong program prioritas pemerintah, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Kegiatan yang diadakan di Kediri ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mengembangkan pesantren sebagai pusat peningkatan ekonomi dan pendidikan yang holistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *