Latest Program: Perseteruan Maritim Amerika Serikat Vs China
Perseteruan Maritim Amerika Serikat Vs China
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China kini tidak hanya terjadi di Selat Hormuz, melainkan juga melibatkan dua superpower tersebut. Konflik ini dimulai dari penghapusan konsesi CK Hutchison atas terminal Balboa dan Cristobal yang berada di Terusan Panama. Penentuan ini dilakukan oleh Mahkamah Agung Panama pada akhir Januari lalu, yang secara sepihak membatalkan kerangka hukum konsesi bersejarah 1997 yang selama ini dikelola oleh operator pelabuhan Hong Kong, Li Ka-shing.
Panama, meski berdaulat dan terpisah dari AS, tetap dianggap sebagai bagian dari “halaman belakang” Amerika Serikat secara historis. Hal ini membuat tindakan China menahan puluhan kapal kargo berbendera Panama menjadi sangat menggemparkan. Dalam responsnya, Komisi Maritim Federal AS memantau secara intensif aksi penahanan kapal-kapal tersebut. Sementara itu, pemerintah Panama langsung memilih dua anak perusahaan besar asal AS dan Eropa, yaitu Maersk APM Terminals dan Mediterranean Shipping Company, sebagai operator sementara pelabuhan berdurasi 18 bulan.
Kebijakan China dianggap mengancam kepentingan komersial dan strategis AS, karena kapal-kapal Panama memegang peran signifikan dalam perdagangan peti kemas. Sebagai balasan, CK Hutchison menggugat kebijakan ilegal itu dengan tuntutan ganti rugi lebih dari US$2 miliar melalui arbitrase internasional. Perusahaan ini telah melepas saham-sahamnya di 43 terminal dan pelabuhan di berbagai penjuru dunia, termasuk Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja.
Sejauh ini, perusahaan investasi asal AS, Blackrock, serta anak usaha MSC, Terminal International Limited, telah membeli saham Hutchison Ports di pelabuhan yang disebutkan sebelumnya senilai 22,8 miliar dollar AS. Selain itu, konsorsium mereka juga mengakuisisi 90 persen saham Panama Ports Company, yang mengelola Pelabuhan Balboa dan Cristobal. Pengurangan kepemilikan Hutchison Ports di tata kepelabuhan global menandai perubahan strategis dalam klasemen pelabuhan internasional.
Kini, perusahaan pelayaran lebih aktif terlibat langsung dalam manajemen terminal, berbeda dengan masa lalu ketika bisnis ini dijalankan oleh entitas yang relatif independen. Meski demikian, belum terungkap secara pasti berapa besar saham yang dimiliki oleh Terminal International Limited dan Blackrock.