Main Agenda: Jusuf Kalla jelaskan pemakaian kata syahid saat ceramah di UGM

Jusuf Kalla Jelaskan Penggunaan Kata Syahid dalam Ceramah di UGM

Dalam sebuah acara konferensi pers di Jakarta, Sabtu, Wakil Presiden keenam Republik Indonesia, Jusuf Kalla, menjelaskan alasan ia menggunakan istilah “syahid” ketika berbicara tentang konflik agama selama ceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026. Penjelasan tersebut muncul setelah pernyataannya menjadi trending di kalangan publik.

“Saya sedang di masjid, dan jamaah tidak mengerti istilah martir. Jadi, saya menggunakan kata syahid karena hampir sama. Perbedaannya terletak pada cara penyampaian,” ujarnya.

Ceramah yang berjudul “Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar” ini disampaikan dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, video ceramah tersebut menyebar luas di masyarakat, mengundang perdebatan terkait penggunaan istilah “syahid” dalam konteks konflik agama.

Jusuf Kalla mengungkap bahwa ia membahas peristiwa konflik di Maluku dan Poso sebagai bagian dari topik perdamaian. Ia menjelaskan bahwa di kedua wilayah tersebut, pihak-pihak yang bertikai memiliki konsep berbeda tentang kehidupan setelah wafat. Dalam Islam, konsep itu disebut syahid, sedangkan dalam Kristen disebut martir.

“Saya memakai istilah syahid, bukan martir, karena saat itu saya berada di masjid,” tegas JK, sapaan akrabnya.

Di sela ceramah, JK juga menunjukkan cuplikan video yang menampilkan adegan sebelum konflik meletus. Ia menyebut bahwa para pemuda yang terlibat dalam perang itu dipercaya dan diberkahi oleh tokoh agama. “Semua didoakan, dan mereka berangkat dengan keyakinan bahwa tindakan mereka akan mengantarkan ke surga,” katanya.

Kemudian, DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026, terkait pernyataan tentang “mati syahid” dalam ceramah tersebut. Meski demikian, JK menegaskan bahwa ia hanya menjelaskan kejadian sejarah dan tidak membahas dogma agama secara spesifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *