New Policy: Wakasad minta seluruh komandan ciptakan kekompakan dalam pasukan
Wakasad: Komandan Harus Ciptakan Kekompakan dengan Prajurit
Di Jakarta, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), mengajak prajurit yang akan menjadi komandan satuan untuk lebih akrab dan aktif berada di tengah-tengah anggota pasukan. Tindakan ini bertujuan memperkuat kesatuan dan kekompakan dalam unit militer, seperti dijelaskan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dalam acara arahan yang dihadiri para peserta pendidikan calon komandan brigade/resimen (Danbrig/Danmen), batalyon (Danyon), detasemen (Danden), serta wakil komandan batalyon (Wadanyon) di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) Bandung, Jawa Barat, Mustafa menekankan pentingnya komunikasi langsung antara pemimpin dan anggotanya. Ia menyampaikan, seorang komandan tidak cukup hanya memberi perintah, tetapi juga harus mampu membangun ikatan yang erat untuk meningkatkan loyalitas dalam menjalankan tugas.
“Tidak cukup hanya ada kepedulian atau arahan, tetapi hati komandan harus hadir di situ. Kalian harus mengecek, turun langsung, dan berbicara dengan prajurit secara langsung,” ujar Mustafa.
Mustafa menambahkan bahwa seorang komandan perlu berfungsi sebagai figur ibu, rekan kerja, serta pelatih yang membimbing prajurit menjadi individu tangguh, profesional, dan memiliki karakter kuat. Dengan hubungan yang harmonis antara komandan dan prajurit, ia yakin bahwa setiap tugas pertahanan dapat diselesaikan secara optimal oleh pasukan dan komandan tersebut.
Jumlah peserta pendidikan terdiri dari 27 orang untuk posisi Danbrig/Danmen, 115 orang untuk Danyon/Danden, serta 53 orang untuk Wadanyon. Pendidikan berlangsung selama delapan minggu, dengan penilaian mencakup sikap dan perilaku (Sikku), keterampilan fisik, serta kemampuan menembak, renang militer, lintas medan, ketahanan mars, bela diri taktis, dan kebugaran jasmani.