Key Strategy: Hormuz Dibuka: Wall Street Pesta Pora, Catat Rekor Terbaik 34 Tahun
Hormuz Dibuka: Wall Street Meningkat Pesat, Catat Rekor Tertinggi 34 Tahun
Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street mencatat peningkatan signifikan pada perdagangan Jumat (17/4/2026). Pasar bergerak positif setelah Iran mengumumkan Selat Hormuz telah sepenuhnya dibuka, sebagai respons dari gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Indeks S&P 500 Index naik 1,2% ke 7.126,06, menembus level 7.100 untuk pertama kalinya sejak 34 tahun lalu. Indeks Nasdaq Composite juga menguat 1,52% menjadi 24.468,48, mencatat pertumbuhan hari ke-13 berturut-turut dan rekor peningkatan terpanjang sejak 1992.
Pengaruh ke Pasar Minyak
Harga minyak anjlok setelah pengumuman pembukaan Selat Hormuz, karena kekhawatiran mengenai gangguan pasokan berkurang. Kontrak berjangka minyak West Texas Intermediate (WTI) turun hampir 12% menjadi US$83,85 per barel, sementara minyak Brent Crude mengalami penurunan 9% ke US$90,38 per barel. Harapan tercapainya perdamaian mendorong saham Wall Street mencatat kenaikan terbesar sepanjang pekan ini.
Analisis Pasar dan Prospek Mendatang
Tiga indeks utama Wall Street mengalami kenaikan solid. Dow Jones Industrial Average melonjak 868,71 poin atau 1,79% ke 49.447,43. Russell 2000 juga mencatat rekor baru dengan kenaikan lebih dari 2%. Investor mulai melihat sisi positif dari konflik ini, dengan Anthony Saglimbene, kepala strategi pasar di Ameriprise Financial, mengatakan: “Saya pikir pasar telah menarik kembali skenario terburuk, dan melihat jalur bagi AS dan Iran untuk mengakhiri konflik serta menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Selama itu masih menjadi skenario paling mungkin, pasar akan mendiskontokannya.”
Pernyataan Trump tentang Kesepakatan Damai
Presiden AS Donald Trump pada Kamis menyebut para pemimpin Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata 10 hari yang berlaku sejak pukul 17.00 waktu AS Timur. Dalam unggahan di Truth Social, Trump berterima kasih kepada Iran atas pembukaan Selat Hormuz dan menyatakan bahwa negara itu setuju tidak pernah menutup jalur pelayaran kembali. Namun, Trump juga menegaskan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran akan “TETAP BERLAKU SEPENUHNYA” hingga tercapai kesepakatan damai dengan Teheran.
Dalam unggahan lain di X, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menulis: “Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi seluruh kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan senjata, melalui rute terkoordinasi sebagaimana telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran.” Informasi ini dikutip dari CNBC International.
Ketidakjelasan masih menghiasi pembukaan Selat Hormuz. Kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa kapal dan kargo dari negara-negara bermusuhan mungkin tidak diperbolehkan melewati. Tasnim juga menyebut selat bisa ditutup kembali jika blokade AS terus berlanjut. Sementara itu, saham perusahaan seperti Boeing naik 2%, Royal Caribbean melonjak 7%, serta Amazon dan Airbnb juga menguat, menunjukkan reaksi positif dari sektor yang rentan terhadap gangguan transportasi.