Key Strategy: KAI Gelar Seremoni Penanaman 4.500 Pohon di Subang, Perkuat Komitmen Lingkungan Berkelanjutan
KAI Melakukan Upacara Penanaman 4.500 Pohon di Subang untuk Tingkatkan Komitmen Keberlanjutan
Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengadakan acara penanaman pohon produktif berbasis agroforestri pada Jumat, 24 April. Kegiatan ini turut menjadi bagian dari inisiatif KAI Go Green, yang bertujuan memperkuat komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosadi, serta Suherlan MS, pendiri Yugma Foundation. KAI bekerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas lingkungan, dan masyarakat setempat menggelar penanaman 4.500 pohon di lahan seluas 18 hektare. Pohon yang ditanam meliputi aren, durian bawor, dan alpukat.
Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko KAI, Wilman Sidjabat, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sekaligus melibatkan staf KAI langsung di lapangan. “Penanaman pohon merupakan langkah dekarbonisasi yang membantu Insan KAI memahami prosesnya, serta memastikan hasil optimal dari segi produksi dan penyerapan karbon,” kata Wilman.
“Kami ingin terlibat langsung, memahami prosesnya, dan memastikan penanaman ini dapat memberikan hasil optimal, baik dari sisi produksi maupun serapan karbon,” ujar Wilman Sidjabat.
Pemilihan lokasi Subang didasari oleh aksesibilitas dan kemudahan dalam pemantauan. Karena lokasi tersebut dekat dengan Jakarta dan Bandung, pengawasan terhadap keberlanjutan lingkungan dapat dilakukan secara rutin.
Sejak Januari hingga Maret 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan, meningkat 9,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan peningkatan efisiensi energi. Dalam lima tahun terakhir, perusahaan telah menanam 6.989 pohon di berbagai wilayah operasional. Total pohon yang telah ditanam sejak 2021 hingga 2025 mencapai 108.008 pohon di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan dapat berdampak jangka panjang melalui kerja sama dengan pihak lain, sehingga keberlanjutan lingkungan dapat sejalan dengan kebutuhan transportasi masyarakat.