Special Plan: Stasiun Pegaden Baru Tumbuh 395%, Kini Ramai dan Menghubungkan Perjalanan Warga Subang

Stasiun Pegaden Baru Tumbuh 395%, Kini Ramai dan Menghubungkan Perjalanan Warga Subang

Subang, ANTARA

Akhir pekan sering menjadi momen penting bagi banyak orang untuk beraktivitas. Banyak yang pulang ke rumah, bersilaturahmi, atau mencari pengalaman baru. Di Kabupaten Subang, perubahan ini kini lebih terasa dari satu titik yang sebelumnya sepi, yaitu Stasiun Pegaden Baru.

Stasiun ini sempat tidak melayani keberangkatan atau kedatangan penumpang kereta api jarak jauh. Namun dalam beberapa tahun terakhir, suasana di sana mulai berubah. Kini, Pegaden Baru kembali menjadi pusat aktivitas warga, tempat mereka berangkat dan pulang dengan tujuan beragam.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh. Pegaden Baru kembali digunakan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Data menunjukkan peningkatan jumlah pelanggan yang konsisten. Pada Januari hingga Maret 2022, pelanggan naik mencapai 3.252 orang, meningkat menjadi 8.488 pada 2023, 12.430 pada 2024, 12.847 pada 2025, hingga 16.110 pelanggan pada Triwulan I 2026. Pergerakan penumpang turun juga mengikuti tren serupa, dari 3.146 pada 2022 menjadi 8.422 pada 2023, 12.612 pada 2024, 14.142 pada 2025, dan mencapai 16.063 pada Triwulan I 2026.

Dengan akses transportasi yang semakin dekat, warga Subang kini bisa memilih titik keberangkatan lebih efisien. Sebelumnya, mereka harus menuju Stasiun Haurgeulis atau Kota Bandung, tetapi kini memiliki alternatif yang lebih nyaman.

“Perjalanan dengan kereta api kini semakin mudah dijangkau. Masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya, baik untuk aktivitas rutin maupun momen akhir pekan,” tambah Anne.

Stasiun Pegaden Baru menjadi satu-satunya stasiun yang melayani naik turun penumpang di Kabupaten Subang. Wilayah Subang memiliki luas 2.051,76 kilometer persegi, tiga kali lebih besar daripada Provinsi DKI Jakarta. Hal ini menjadikan akses transportasi dekat dan terhubung semakin penting.

Layanan ini juga membuka hubungan dengan berbagai potensi daerah. Di selatan, Sari Ater menawarkan suasana pegunungan sejuk dengan akses yang semakin memudahkan. Pengunjung bisa menikmati kuliner khas seperti etong bakar dan nanas Subang. Di utara, Pantai Pondok Bali menghadirkan pengalaman pesisir yang menarik.

Dalam konteks lebih luas, keberadaan Pelabuhan Patimban memperkuat peran Subang sebagai daerah yang terus berkembang. Pergerakan orang dan aktivitas ekonomi saling terhubung, didukung oleh jaringan transportasi yang semakin terbuka.

Anne menegaskan bahwa KAI akan terus mengikuti kebutuhan masyarakat. “Masukan dari pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan kami. Dengan konektivitas yang semakin luas, perjalanan dapat direncanakan dengan lebih mudah dan menjadi bagian dari kehidupan warga di berbagai wilayah,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *