Historic Moment: Pakai WhatsApp Bayar Langganan Rp 50 Ribu, Ini Keuntungannya

Pakai WhatsApp Bayar Langganan Rp 50 Ribu, Ini Keuntungannya

WhatsApp kembali menghadirkan opsi berlangganan setelah beberapa tahun absen. Sebuah laporan menyebutkan bahwa platform ini sedang menguji fitur berbayar yang disebut WhatsApp Plus, mirip dengan layanan premium di Facebook dan Instagram. Uji coba ini menarik perhatian pengguna karena menawarkan kemungkinan penyesuaian pengalaman berbasis aplikasi.

“WhatsApp tengah menguji coba langganan opsional bernama WhatsApp Plus, yang dirancang untuk pengguna yang ingin mengatur dan mempersonalisasi fungsi aplikasi secara lebih fleksibel,” ungkap juru bicara Meta, seperti dilansir Tech Crunch, Selasa (21/4/2026).

Meta belum mengungkapkan tarif langganan secara pasti, namun laporan dari WABetaInfo memperkirakan biaya berlangganan sebesar 2,49 euro (Rp 50.200) per bulan di Eropa serta 299 PKR (Rp 18.300) di Pakistan. Uji coba gratis selama satu bulan juga disediakan. Namun, fitur premium ini tidak membawa perubahan signifikan dalam fungsi inti aplikasi.

Pengguna yang membeli langganan akan mendapatkan akses ke tema khusus dan nada dering unik. Selain itu, jumlah chat yang bisa disimpan dalam satu percakapan ditingkatkan dari 3 menjadi 20. Fitur tambahan seperti daftar kontak terpisah juga dimasukkan dalam paket berbayar.

“Kami memulai dengan pengujian kecil agar bisa mengumpulkan masukan dan memastikan fitur yang dibuat bermanfaat bagi pengguna,” jelas juru bicara Meta.

Meta juga tidak menyebutkan apakah fitur berbayar akan menghapus iklan dalam Status. Sejak beberapa waktu lalu, iklan sudah terintegrasi ke dalam fitur ini, dan pengguna belum diberi pilihan untuk menghilangkannya. Uji coba WhatsApp Plus berlangsung tanpa jadwal rilis yang pasti.

Dalam sejarahnya, WhatsApp pernah menetapkan biaya berlangganan US$ 1 di beberapa wilayah sebelum diakuisisi Facebook. Tarif tersebut dicabut pada 2016, dan kini fitur berbayar kembali hadir setelah sepuluh tahun penyusunan ulang. Rencana ini menunjukkan langkah Meta untuk menyesuaikan model bisnisnya di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *