Key Discussion: Dua Warga Amerika Ditangkap, Ketahuan Bantu Korea Utara
Dua Warga Amerika Ditangkap, Terbongkar Bantu Korea Utara
Jakarta – Dua warga Amerika Serikat (AS) ditahan oleh pihak berwenang karena diduga terlibat dalam kerja sama dengan penduduk Korea Utara. Mereka melakukan tindakan yang mencakup transfer uang secara elektronik dan pencucian dana, serta membantu tenaga IT dari Korea Utara menyamar sebagai warga negara AS untuk bekerja di perusahaan-perusahaan negara tersebut.
Menurut Asisten Jaksa Agung Keamanan Nasional, John A. Eisenberg, skema penipuan ini memungkinkan pekerja IT Korea Utara masuk ke daftar karyawan perusahaan AS tanpa diketahui. “Ini berpotensi mengancam keamanan nasional kita, karena mereka bisa memanipulasi sistem komputer AS,” ujar Eisenberg, seperti dilaporkan Tom’s Hardware, Jumat (17/4/2026).
“Penipuan itu menempatkan pekerja IT Korea Utara dalam daftar gaji perusahaan-perusahaan AS yang tidak menyadarinya, sehingga dapat membahayakan keamanan nasional kita,” katanya.
Dua terdakwa bersama sejumlah orang lainnya dikabarkan mencuri identitas lebih dari 80 warga AS. Identitas mereka digunakan untuk memperoleh posisi di lebih dari 100 perusahaan AS, termasuk beberapa perusahaan dalam Fortune 500.
Dampak dari skema ini melibatkan kerugian besar bagi perusahaan-perusahaan terlibat. Setidaknya US$3 juta (Rp 51,5 miliar) dikeluarkan untuk biaya hukum, perbaikan jaringan komputer, dan kerugian lainnya.
Keija Wang dan Zhenxing Wang, pelaku utama, masing-masing mendapatkan hukuman 9 tahun serta 7 tahun 8 bulan, ditambah masa percobaan tiga tahun. Keduanya juga wajib mengembalikan total US$600 ribu (Rp 10,3 miliar) yang telah dibayarkan ke Korea Utara.
Departemen Kehakiman menyebut Kejian Wang melakukan tindakan ini dengan bertemu seorang mantan teman sekelas dari Korea Utara. Pertemuan dilakukan saat perjalanan ke Shenyang dan Dandong, Tiongkok. Kejian berperan sebagai manajer operasi yang mengelola lima fasilitator, termasuk Zhenxing.
Kedua tersangka diduga mendirikan perusahaan fiktif, seperti Hopana Tech LLC, Tony WKJ LLC, dan Independent Lab LLC, untuk mempermudah aktivitas mereka.