Solution For: Seperti Kodok Direbus, Peneliti Ungkap Dampak Orang Sering Pakai AI

Seperti Kodok Direbus, Peneliti Ungkap Dampak Orang Sering Pakai AI

Jakarta – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan AI secara terus-menerus dapat berdampak negatif pada kemampuan intelektual manusia. Studi ini menemukan bahwa AI berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis dan membuat pengguna lebih cepat menyerah dalam tugas yang membutuhkan pemecahan masalah intensif, seperti menulis, belajar, atau membuat kode. Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris, para peneliti menyatakan bahwa setelah hanya 10 menit menggunakan bantuan AI, individu yang kehilangan akses ke teknologi ini menunjukkan penurunan signifikan dalam kinerja dan keinginan untuk mengerjakan tugas dibandingkan mereka yang tidak pernah menggunakannya, dilaporkan Futurism, Rabu (15/4/2026).

Dalam penelitian tersebut, 350 peserta dari AS diminta menyelesaikan soal pecahan sederhana. Lebih dari separuh dari mereka diberikan akses ke chatbot untuk bantuan, sementara sisanya bekerja tanpa dukungan AI. Hasil menunjukkan bahwa ketika akses ke AI diputuskan, kemampuan dan motivasi mereka menurun drastis dalam menyelesaikan tugas. Dua percobaan serupa yang dilakukan berikutnya menghasilkan temuan serupa. Dampak ini tidak hanya terbatas pada pengerjaan soal matematika. Penelitian juga mengungkap bahwa cara penggunaan AI bervariasi antar individu, sehingga mengubah pola pikir dan sikap mereka saat tidak menggunakan teknologi tersebut.

“Setelah hanya 10 menit memecahkan masalah dengan bantuan AI, orang-orang yang kehilangan akses ke AI bekerja lebih buruk dan sering menyerah dibandingkan yang tidak pernah menggunakannya,”

Beberapa mengandalkan AI untuk langsung memperoleh jawaban, lalu kesulitan mengerjakan soal saat bantuan dihentikan. Namun, ada pula yang memanfaatkan chatbot sebagai petunjuk, yang justru menunjukkan kinerja lebih baik tanpa bantuan AI.

Ketergantungan pada AI dalam tugas berpikir kritis dibandingkan dengan proses “kodok direbus” yang lambat namun pasti mengubah sifat manusia secara permanen. Studi ini menyatakan bahwa dampak jangka panjang dari penggunaan AI akan terus berkembang, dan sulit untuk dibalikkan.

“Jika penggunaan AI berkelanjutan mengikis motivasi dan ketekunan untuk belajar, dampaknya akan menumpuk selama bertahun-tahun dan akan sulit dikembalikan,”

Rachit Dubey, anggota tim peneliti dari University of California, mengkhawatirkan bahwa penggunaan AI secara berkelanjutan dapat membuat manusia menjadi kurang sabar setelah terbiasa mengandalkannya untuk menyelesaikan tugas berpikir. Ia juga mencatat risiko kecanduan jika pengguna terlalu bergantung pada AI.

“Latihan membuat seseorang lebih baik di berbagai bidang, dan itulah yang diambil oleh AI dari kita. Itu yang paling saya khawatirkan. Kita akan memiliki generasi pembelajar yang tidak tahu kemampuan apa yang bisa mereka kuasai, yang pada akhirnya akan mengurangi inovasi dan kreativitas manusia,”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *