Special Plan: Capaian Gemilang Program Makan Bergizi Gratis di Sulteng: Jangkau Ratusan Ribu Penerima Manfaat
Capaian Gemilang Program Makan Bergizi Gratis di Sulteng: Jangkau Ratusan Ribu Penerima Manfaat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai lebih dari 500.000 penerima di Sulawesi Tengah, menggambarkan manfaatnya yang nyata bagi masyarakat. Capaian ini diumumkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) RI, yang menyoroti keberhasilan program tersebut dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup warga setempat.
Penyaluran Bantuan Gizi di Tingkat Daerah
Menurut Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN RI, Sitti Aidha Adha, angka ini diperoleh hingga 17 April 2026. Program ini dirancang untuk memastikan akses gizi yang memadai, terutama bagi anak-anak, serta membentuk kebiasaan sehat sejak kecil, dengan fokus pada pola konsumsi yang seimbang.
“Data ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan makanan sehat di tingkat daerah,” kata Sitti Aidha Adha saat menyampaikan laporan di Palu, Minggu.
Komitmen Nasional dan Pendukung Operasional
Secara nasional, MBG telah menjangkau sekitar 61,93 juta orang. Keberhasilan ini didukung oleh ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di seluruh Indonesia. Sampai saat ini, total 26.663 unit SPPG aktif, dijalankan oleh 1,18 juta relawan.
Di Sulawesi Tengah, program ini dioperasikan melalui 225 dapur SPPG. Dari jumlah tersebut, 28 persen telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), mencerminkan standar kebersihan dan keamanan pangan yang diterapkan.
Transparansi dalam Pengelolaan Dana
Mekanisme distribusi bantuan pemerintah (banper) dirancang secara transparan dan akuntabel. Dana disalurkan langsung dari Kementerian Keuangan melalui sistem virtual account di perbankan Himbara. Sistem ini memungkinkan pemantauan efektif penggunaan anggaran, serta mengurangi risiko penyimpangan.
“Transparansi menjadi kunci dalam penggunaan anggaran MBG, memastikan setiap rupiah digunakan secara optimal,” tambah Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN RI.
Standar Keamanan dan Peningkatan Ekonomi
Setiap dapur SPPG wajib memiliki tiga sertifikasi penting: SLHS, Halal, dan HACCP. Persyaratan ini memastikan makanan yang disajikan aman dan memenuhi standar kesehatan. Selain itu, program ini didukung oleh 10.460 relawan yang menjalani pelatihan khusus dari Dinas Kesehatan setempat.
Komitmen pemerintah juga terlihat dalam alokasi anggaran yang signifikan untuk setiap unit SPPG, berkisar antara Rp900 juta hingga Rp1 miliar per bulan. Dana ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan operasional dapur, memastikan keberlanjutan program.
Kolaborasi dengan Produksi Lokal
Badan Gizi Nasional mengajak pemerintah daerah meningkatkan produksi pangan lokal. Melibatkan petani, UMKM, dan koperasi dalam rantai pasok bisa menjadi fondasi utama keberhasilan MBG. Ini tidak hanya memastikan kebutuhan bahan pangan terpenuhi dari sumber dalam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Program MBG memiliki dampak ganda: meningkatkan gizi masyarakat dan menstimulasi kegiatan ekonomi lokal. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya menjaga kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian daerah.