Antisipasi minyak tumpah – otoritas pelabuhan Babel pasang “oil boom”

Antisipasi minyak tumpah, otoritas pelabuhan Babel pasang “oil boom”

Pangkalpinang – Dalam upaya mencegah dampak pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak, PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah memasang perangkat oil boom. Branch Manager Alamsyah mengatakan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kebersihan air danau serta laut sekitar area pelabuhan tersebut.

“Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga lingkungan sungai dan laut di lingkungan Pelabuhan ini,” ujar Alamsyah di Pangkalpinang, Minggu.

Menurutnya, fokus layanan bongkar muat CPO dan turunannya pada tahun ini bertujuan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat daerah. “Volume bongkar muat CPO di Pelabuhan Pangkalbalam sangat tinggi, sehingga kami siapkan oil boom serta kapal pendukung untuk mengatasi tumpahan minyak segera terjadi,” tambahnya.

“Kami bisa memblokir 80 meter jika terjadi tumpahan CPO dari kapal di air,” katanya.

Alamsyah menjelaskan bahwa oil boom adalah alat terapung yang dirancang untuk memisahkan minyak dari air, sehingga efektif mengendalikan tumpahan sebelum proses pembersihan lebih lanjut. “Kami sudah dua kali melakukan uji coba oil boom dan Alhamdulillah berhasil menanggulangi tumpahan CPO di kolam pelabuhan ini,” tuturnya.

Pemasangan perangkat ini juga diiringi dengan peningkatan volume bongkar muat CPO pada 2025 yang mencapai 1,6 juta ton, dengan curah cair sebesar 33,24 persen. Sementara itu, pada triwulan I 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Pangkalbalam telah menangani 391.624 ton CPO, dengan porsi curah cair sebesar 35,18 persen.

“Oil boom ini penting agar aktivitas bongkar muat CPO yang tinggi tidak menyebabkan pencemaran lingkungan di pelabuhan ini,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *