Topics Covered: Tim BRIN kaji TPS3R di Buleleng dukung Gerakan Bali Bersih Sampah
Tim BRIN Peneliti TPS3R di Buleleng Dukung Gerakan Bali Bersih Sampah
Buleleng, Bali (ANTARA) – Sebuah tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian lapangan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng, Bali, untuk mengevaluasi penerapan Program Gerakan Bali Bersih Sampah. Tujuan utama kunjungan ini adalah mengumpulkan informasi langsung terkait pengelolaan sampah sepanjang rantai pengolahan, mulai dari sumber sampai penggunaan akhir.
Pengelolaan Sampah Menjadi Fokus Utama
Argo Nugroho, Analis Kebijakan BRIN, menjelaskan bahwa Bali menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola sampah, tidak hanya terkait kesehatan dan kebersihan, tetapi juga dampaknya pada citra pariwisata global. Pemilihan Buleleng sebagai lokasi penelitian dianggap strategis karena mewakili wilayah pesisir utara yang memiliki ciri khas pedesaan.
“Kunjungan ini bertujuan mengumpulkan data lapangan terkait pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir,” kata Argo Nugroho melalui keterangan yang diterima ANTARA di Buleleng, Kamis.
Dalam studi terlebih dahulu, tim BRIN telah berdiskusi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, pengelola TPS3R, serta pasar. Diskusi tersebut menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak awal.
Pengolahan Sampah Organik Berjalan Efektif
Kunjungan ke TPS3R Desa Baktiseraga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di lokasi tersebut cukup baik, khususnya dalam proses daur ulang bahan organik. Penggunaan teknologi seperti alat hibah untuk mengubah sampah organik menjadi kompos telah diterapkan.
“Kompos yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk operasional, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi para pekerja,” ujarnya.
Walaupun demikian, BRIN masih menemukan peluang peningkatan, terutama dalam memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan fasilitas. Hal ini diharapkan mampu membuat manfaat pengelolaan sampah dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kolaborasi untuk Pengembangan Kebijakan
Mengenai langkah ke depan, BRIN mendorong kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Argo Nugroho menegaskan bahwa pengelolaan sampah memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk dukungan anggaran, sumber daya manusia, dan teknologi yang tepat.
Dari hasil kajian ini, BRIN berharap bisa menghasilkan rekomendasi kebijakan aplikatif untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Buleleng dan Pemerintah Provinsi Bali mencapai lingkungan yang bersih serta berkelanjutan.