Key Discussion: Krisis 2026 Makin Parah, Banyak Pabrik Diramal Bakal Gulung Tikar
Krisis 2026 Makin Parah, Banyak Pabrik Diramal Bakal Gulung Tikar
Jakarta, CNBC Indonersia – Lonjakan harga chip memori yang terjadi belakangan ini mulai mengganggu penjualan perangkat elektronik konsumen, termasuk ponsel, router, dan laptop. Dalam pantauan CNBC Indonesia minggu lalu, para pedagang di ITC Kuningan sudah mulai menyuarakan kekhawatiran terkait penurunan penjualan yang dipicu oleh kenaikan biaya produksi.
Perusahaan semikonduktor asal Taiwan, Phison, memperingatkan bahwa industri elektronik sedang menghadapi risiko besar akibat krisis chip memori. CEO Phison, Pua Khein-Seng, menyatakan bahwa permintaan sektor AI telah menyerap hampir seluruh kapasitas produksi global chip memori. Hal ini menyebabkan produksi chip konvensional untuk perangkat lain diprioritaskan lebih rendah, karena chip berkapasitas tinggi (HBM) dinilai lebih berpotensi menghasilkan keuntungan.
“Banyak produsen elektronik akan bangkrut atau menghentikan produksi pada akhir 2026 karena kekurangan memori. Ponsel sangat terdampak, dengan kemungkinan produksi turun 200-250 juta unit. Produsen komputer dan televisi juga akan mengalami penurunan signifikan,” kata Pua dalam wawancara yang dirangkum netizen di X.
Krisis ini diakui berdampak lebih besar pada produsen perangkat terjangkau. Contohnya, perangkat streaming seperti Fire TV Stick Amazon, Roku, atau produk generik, serta router Wi-Fi, perangkat rumah pintar, kamera pengawas murah, colokan pintar, dan robot penyedot debu. Dalam situasi ini, perusahaan memori meminta pembayaran di muka hingga tiga tahun untuk memastikan pasokan.
Menurut Pua, tekanan ini berpotensi berlangsung hingga 2030 atau lebih lama. Beberapa analis bahkan memproyeksikan durasi krisis hingga mencapai sepuluh tahun. Industri AI menjadi faktor utama yang mempercepat lonjakan permintaan, karena perangkat komputasi berbasis AI milik Nvidia, Vera Rubin, membutuhkan lebih dari 20 terabyte SSD per unit. Jika target penjualan mencapai puluhan juta unit, kebutuhan ini saja bisa menghabiskan sekitar 20% dari kapasitas produksi global.
Kenaikan harga chip memori telah mendorong biaya smartphone naik sekitar 6-8%. Bagi konsumen, ini berarti adanya kenaikan harga, penurunan pilihan produk, dan siklus produksi yang lebih lambat. Meski industri AI menjadi pendorong utama, krisis ini juga menyebar ke berbagai sektor, termasuk perangkat rumah tangga dan komunikasi.