Key Strategy: BSI (BRIS) dan Antam (ANTM) Teken MoU Pengembangan Layanan Emas
BSI (BRIS) dan Antam (ANTM) Teken MoU Pengembangan Layanan Emas
Jakarta, pada Senin (13/4/2026), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) serta PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menandatangani kesepakatan kerja sama dalam pengembangan layanan produk emas dan kolaborasi bisnis. Kemitraan ini bertujuan mempercepat pembentukan ekosistem emas yang terintegrasi, sekaligus mendorong masyarakat beralih ke investasi emas yang lebih canggih dan digital.
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat Asta Cita Pemerintah melalui peran strategis Bullion Bank, yaitu menjual emas dan mengembangkan ekosistem berkelanjutan. Dalam tahun 2025, BSI telah menyerap lebih dari 60% dari penjualan emas Antam dalam kategori pihak terkait, sementara secara keseluruhan, kontribusi tersebut mencapai sekitar 11%.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menjelaskan bahwa sinergi dengan Antam menjadi fondasi penting dalam pertumbuhan bisnis emas. “Distribusi emas BSI terus meningkat, terutama melalui layanan bullion, produk cicil, serta gadai emas. Kerja sama ini merupakan bukti kuat pengembangan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” katanya dalam pernyataan resmi.
“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan Antam menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi Antam. Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” ujar Anton Sukarna.
Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat rantai pasok emas nasional, sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas, aman, dan terpercaya. “Produksi emas Antam pada 2025 mencapai sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton. Angka ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik,” tuturnya.
“Pada tahun 2025, Antam mencatatkan produksi emas sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas. Capaian ini menunjukkan permintaan pasar dalam negeri yang tinggi sekaligus peran strategis Antam dalam memenuhi kebutuhan emas nasional,” kata Handi Sutanto.
Lebih lanjut, Handi menjelaskan bahwa penguatan sinergi ini menjadi bagian dari upaya Antam mendukung pengembangan ekosistem emas domestik yang terpadu. “Kolaborasi lintas sektor dilihat sebagai kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal, serta memperkuat emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat,” tambahnya.
Nasabah layanan bullion BSI kini mencapai hampir 1 juta, dengan pertumbuhan hingga 658% secara tahunan. Sementara jumlah nasabah cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu, dengan peningkatan 54,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.