New Policy: Arab Saudi desak AS buka blokade Selat Hormuz dan kembali berunding

Arab Saudi Desak AS Buka Blokade Selat Hormuz dan Kembali Berunding

Istanbul – Laporan dari Wall Street Journal mengungkapkan Arab Saudi meminta Amerika Serikat untuk menghentikan blokade terhadap Selat Hormuz serta kembali melibatkan Iran dalam perundingan. Menurut sumber lokal, kekhawatiran utama negara tersebut adalah potensi eskalasi konflik akibat tindakan Trump, yang bisa mengganggu jalur distribusi minyak kritis lainnya.

Blokade tersebut, yang diterapkan oleh AS setelah perundingan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, memicu kecemasan di kalangan negara-negara Teluk. Mereka khawatir jika Iran membalas dengan menutup Bab al-Mandeb, saluran strategis di Laut Merah yang menjadi jalur utama ekspor minyak Saudi. “Negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur ekonomi vital mereka,” tulis laporan itu.

“Negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur ekonomi vital mereka,”

Banyak negara, termasuk Arab Saudi, menekankan perlunya penyelesaian masalah ini melalui negosiasi. Laporan tersebut menyatakan meski AS dan Iran menunjukkan sikap keras, keduanya tetap menjalin komunikasi melalui pihak ketiga dan bersedia kembali berunding jika berdua menunjukkan kebersediaan untuk kompromi.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatasan akses angkatan laut di Selat Hormuz, yang mulai berlaku pada Senin pukul 14.00 GMT (21.00 WIB). Tindakan ini merupakan hasil dari kegagalan perundingan antara Washington dan Teheran di Islamabad, sebagai bagian dari upaya lebih luas untuk menyelesaikan serangan AS-Israel terhadap Iran. Serangan tersebut telah mengakibatkan kematian lebih dari 1.400 orang sejak 28 Februari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *