New Policy: Pemkab Malteng perkuat pangan lokal lewat tradisi Kora Inasua

Pemkab Malteng perkuat pangan lokal lewat tradisi Kora Inasua

Kecamatan Teon Nila Serua (TNS) di Maluku Tengah menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Kor’a Inasua, sebuah acara yang bertujuan memperkuat kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir mengungkapkan, budaya makanan lokal seperti inasua perlu dikembangkan secara berkelanjutan seiring upaya menjaga lingkungan laut dan ekonomi masyarakat.

Kota Ambon menjadi tempat pelaksanaan acara tersebut, Selasa lalu. Menurutnya, inasua—makanan tradisional yang terbuat dari ikan fermentasi—tidak hanya menjadi bagian dari identitas warga pesisir, tetapi juga simbol penting dalam menjaga ekosistem laut yang sehat. “Kor’a Inasua memperlihatkan hubungan langsung antara konservasi lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

“Kami mendorong masyarakat untuk terus menjaga praktik-praktik lokal yang arif dalam memanfaatkan hasil laut. Festival ini menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya laut yang sehat bagi kehidupan sehari-hari,” kata Camat Teon Nila Serua Ronald Wonmaly.

Festival ini dianggap sebagai sarana untuk memperkuat ekspresi budaya, meningkatkan kesadaran konservasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui inisiatif pengembangan makanan tradisional inasua. Produk ini, yang sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia sejak 2015, dihasilkan dengan metode pengawetan ikan menggunakan garam. Metode ini berlaku ketika musim angin mengurangi pasokan ikan segar.

Menurut Direktur Program Kelautan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Muhammad Ilman, tradisi seperti inasua mencerminkan prinsip efisiensi dan keberlanjutan yang selaras dengan upaya konservasi. “Penguatan adat dan budaya lokal menjadi fondasi utama untuk mendorong praktik perikanan berkelanjutan. Ketika masyarakat menjaga tradisinya, mereka juga secara tidak langsung melindungi ekosistem laut,” tambahnya.

Salah satu fokus utama festival adalah meningkatkan kapasitas perempuan melalui pelatihan. Kegiatan tersebut mencakup peningkatan kualitas produksi inasua yang higienis, peningkatan pemahaman keuangan, hingga pengembangan strategi pemasaran. Di samping itu, generasi muda juga diberdayakan melalui edukasi lingkungan, lomba konten media sosial, dan permainan berbasis konservasi untuk membangun kesadaran awal tentang perlindungan laut.

Manfaat multidimensi dari festival tradisi

Kor’a Inasua tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir, tetapi juga mengembangkan pola ekonomi lokal. Pemerintah daerah bekerja sama dengan YKAN menciptakan sinergi antara pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kualitas hidup, dan pelestarian warisan leluhur. “Pendekatan berbasis budaya dinilai efektif dalam merancang kawasan konservasi perairan di TNS,” lanjut Ilman.

Dengan kegiatan ini, Pemkab Malteng berharap masyarakat semakin sadar bahwa laut yang sehat adalah prasyarat utama bagi keberlanjutan budaya dan ekonomi. Festival ini juga menjadi bentuk ekspresi kolektif dalam menjaga keselarasan antara tradisi, lingkungan, dan kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *