Main Agenda: Di depan investor global, Gubernur BI tegaskan kebijakan RI “on track”
Di Hadapan Investor Global, Gubernur BI Beri Pernyataan Kebijakan RI “On Track”
Dalam acara IMF Spring Meeting 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia berada dalam jalur yang tepat. Ia mengatakan hal ini di hadapan para investor internasional, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas eksternal melalui beberapa instrumen seperti pengaturan suku bunga, intervensi mata uang asing, serta peningkatan likuiditas dalam negeri.
Bauran kebijakan tersebut didukung oleh komitmen fiskal untuk menjaga defisit tetap di bawah 3 persen dari PDB. Langkah ini mencakup reformasi subsidi dan realokasi dana ke sektor-sektor yang lebih efektif. “Kami terus memastikan kebijakan yang konsisten dan responsif untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan, meski menghadapi tantangan global,” ujar Perry, seperti yang dilansir dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
“Kami terus memastikan kebijakan yang konsisten dan responsif untuk mempertahankan stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan, meski menghadapi tantangan global,”
Komunikasi dengan Investor Global
Sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi ekonomi di tingkat internasional, BI memberikan pesan tersebut kepada Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Umar Hadi. Pertemuan dua arah ini juga membuka wawasan mengenai dinamika geopolitik terkini dan kondisi ekonomi global, yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan di masa depan.
Stabilitas di Tengah Ketidakpastian
Dalam diskusi bersama Profesor Jeffrey A. Frankel dari Harvard dan Harvard Visiting Scholar M. Chatib Basri, BI memaparkan bahwa tantangan eksternal semakin kompleks akibat fragmentasi dunia, ketegangan geopolitik yang meningkat, serta volatilitas pasar keuangan. Frankel menyoroti frekuensi dan ketidakpastian guncangan global, yang berpotensi meningkatkan risiko terhadap perekonomian dunia.
Menanggapi hal tersebut, Perry menegaskan bahwa kebijakan yang kredibel, fleksibel, dan terkoordinasi tetap menjadi prioritas utama. “Fleksibilitas serta sinergi antar kebijakan moneter dan fiskal menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” tambahnya.
Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat
Perry juga menyampaikan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh, dengan pertumbuhan yang solid dan inflasi yang terkendali. Sinergi kebijakan moneter dan fiskal dinilai cukup efektif dalam menjaga keseimbangan serta mendorong keberlanjutan pertumbuhan. Sebagai langkah lanjutan, BI berkomitmen memperkuat komunikasi kebijakan dengan investor global, agar persepsi pasar tetap stabil meski dalam kondisi dinamis.