Special Plan: Anak tewas kena senpi, orang tua diminta awasi tugas sekolah anak
Anak tewas kena senpi, orang tua diminta awasi tugas sekolah anak
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengajukan himbauan agar sekolah dan orang tua secara rutin memeriksa tugas belajar anak. “KPAI mengajukan himbauan agar sekolah dan orang tua selalu memastikan tugas belajar tidak mengandung unsur senjata dalam bentuk apapun,” ujar Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Selasa. Ia menanggapi peristiwa tragis yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Kasus Ledakan di Sekolah SMP
Peristiwa ini terjadi di sebuah SMP swasta di Kabupaten Siak, Riau, pada Rabu (8/4). Seorang siswa laki-laki berinisial MA (15) meninggal setelah tertembak oleh ledakan senjata api rakitan. Menurut laporan, kejadian tersebut terjadi saat MA melakukan uji coba alat yang diduga berbentuk senapan.
“Adanya bentuk atau replika senapan dalam praktikum mata pelajaran sangat kami sayangkan. Unsur senjata tajam atau senjata apapun di salah satu praktikum, sebaiknya dihindari,” kata Diyah Puspitarini.
Awalnya, MA dan teman-temannya diberi tugas oleh guru mata pelajaran sains untuk membuat alat sains. Mereka membuat alat yang menyerupai senapan, yang telah diuji coba beberapa kali di rumah dan berfungsi dengan baik. Rencananya, alat tersebut akan diserahkan ke guru pada hari Rabu (8/4), namun karena guru sedang mengawasi TKA di sekolah lain, penyerahan ditunda.
Sebelumnya, MA memutuskan melakukan uji coba di lingkungan sekolah. Namun, terjadi letusan yang mengenai bagian kepala, menyebabkan korban kehilangan nyawa. KPAI menyampaikan keprihatinannya terhadap kejadian ini, khususnya karena terjadi di tempat belajar. Mereka menyesalkan penggunaan alat yang dianggap berpotensi berbahaya dalam kegiatan pendidikan.