Main Agenda: Industri RI Terancam Celaka, Pengusaha: Bahan Baku Plastik Langka

Industri RI Menghadapi Risiko Serius, Pengusaha: Bahan Baku Plastik Sulit Diperoleh

Jakarta – Kondisi industri di Indonesia mulai memburuk akibat dampak perang di Timur Tengah. Banyak perusahaan kesulitan dalam operasional, terutama yang bergantung pada bahan baku impor. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, menyebut kelangkaan bahan baku impor bisa menghambat produksi. Ia mengaku khawatir produksi akan terganggu di bulan-bulan mendatang.

“Situasi yang kita hadapi saat ini sangat berat. Ada pelemahan ekonomi, ancaman perang Iran, dan supply chain yang mulai terbatas,” ujar Bob dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4/2026).

Menurut Bob, industri makanan dan minuman menjadi salah satu yang paling terdampak. Bahan baku plastik, yang merupakan komponen kritis untuk kemasan, kini sulit ditemukan. Hal ini menyebabkan kenaikan harga dan risiko stop production.

“Saat ini, bahan baku plastik sudah langka. Ini bisa mengakibatkan gangguan produksi, terutama di sektor yang membutuhkan plastik,” jelasnya.

Bob menyoroti keluhan pengusaha terkait kenaikan biaya produksi. Ia berharap pemerintah lebih fleksibel dalam prosedur impor untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, ia meminta pemerintah mempermudah birokrasi agar industri bisa beradaptasi.

Di sisi lain, Bob menekankan pentingnya kolaborasi antara pengusaha dan pekerja. “Peran pengusaha adalah menyerap kenaikan harga dengan meningkatkan efisiensi, sementara pemerintah harus mempercepat proses izin,” tambahnya.

Bob juga mengingatkan perusahaan untuk tidak langsung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). “Kalau bisa, jangan cepat-cepat PHK. Ini situasi ekonomi yang sangat berat, jadi kita butuh penyesuaian bersama,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *