Solution For: 55 Juta Ton Semen Numpuk di Pabrik-Belum Laku Terjual, Ada Apa?
55 Juta Ton Semen Numpuk di Pabrik-Belum Laku Terjual, Ada Apa?
Pengawas Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (Asperssi), Christian Kartawijaya, menjelaskan bahwa sektor industri semen nasional sedang menghadapi tantangan besar, khususnya dalam hal permintaan dan biaya produksi. Menurutnya, industri ini belum sepenuhnya pulih dan cenderung mengalami tekanan akibat ketidakseimbangan antara kapasitas produksi dengan kebutuhan pasar.
Permintaan semen, terutama di segmen curah, menurun drastis. Hal ini terkait dengan perlambatan proyek infrastruktur yang selama ini menjadi penggerak utama konsumsi semen. “Semen kantong tumbuhnya flat, tapi semen curahnya yang anjlok 8,3%, sebabnya karena salah satunya infrastruktur kita dari Rp400-an triliun menjadi hanya Rp85 triliun. Ya, dan ini diikuti dengan berbagai pembangunan yang sedikit melambat dan tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi,” katanya dalam acara Halal Bihalal, Selasa (14/4/2026).
“Nah saat ini kita sudah over supply ya, 55 juta ton,” ujar Christian.
Kondisi tersebut diperparah oleh penambahan kapasitas baru di tengah pasar yang belum pulih. “Unfortunately ada satu tambahan lagi pabrikan semen yang lagi dibangun 4 juta ton,” sebutnya. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap kesehatan industri secara keseluruhan.
Tantangan tidak hanya datang dari sisi permintaan. Gangguan pasokan bahan baku seperti batu split juga sempat memukul sektor, menyebabkan penurunan tajam pada penjualan semen curah. Kenaikan biaya produksi menjadi tekanan berikutnya, di mana harga energi yang melonjak berdampak langsung pada operasional, termasuk aktivitas penambangan dan distribusi.
“Industrial fuel saat ini naik mungkin di atas 50 sampai 70%,” tambahnya.