Menjaga warisan resep keluarga dalam ayam goreng kremes ketumbar
Ayam Goreng Kampung Pak Pri: Warisan Keluarga yang Terus Hidup
Membawa warisan resep dari nenek dan ayah, Kevin serta saudaranya Putra mendirikan restoran Ayam Goreng Kampung Pak Pri di Senopati, Jakarta Selatan. Usaha ini diisi dengan menu-menu yang khas rumahan, seperti ayam goreng, tahu bacem, tempe bacem, bakwan, mendoan, asem-asem daging, sambal terasi, dan sambal hijau. Meski ayam goreng sudah menjadi makanan sehari-hari di Jakarta, Putra memilih untuk membedakan usahanya dengan gaya masakan tradisional Jawa yang kini banyak dijumpai.
Resep Khas Yogyakarta-Magelang
Keluarga Putra dan Kevin berasal dari Yogyakarta serta Magelang, dua daerah yang dikenal memiliki masakan khas berbeda. Dari sinilah lahir konsep menu yang menggabungkan nuansa kedua wilayah tersebut. Ayam goreng kremes ketumbar, misalnya, menjadi pilihan unggulan karena menggunakan biji ketumbar sebagai bahan utama untuk memberi rasa khas.
“Keremesan biji ketumbar itu menjadi ciri khas utama. Bumbu tersebut membuat ayam terasa manis dan legit di dalam, sementara dagingnya tetap renyah,” kata Putra di Jakarta, Selasa (14/4).
Kelompok makanan ini dirancang agar mencerminkan kehangatan dan kekeluargaan yang selama ini dihidayatkan oleh ayah mereka, Prianto. Nama restoran diambil dari Prianto sendiri, sebagai bentuk penghormatan. Menurut Putra, mengembangkan resep ayam kremes ketumbar bukanlah tugas mudah. Ia menjelaskan bahwa keseimbangan rasa antara luar yang renyah dan dalam yang lembut memerlukan banyak uji coba.
Dengan menggunakan ayam kampung, Putra memastikan bahwa bahan utama sudah memiliki rasa alami. Kombinasi ini, ditambah proses kremesan biji ketumbar, menciptakan menu yang berbeda dari pilihan lain di pasar kuliner Jakarta. Ia ingin mengenang masa lalu dengan porsi rasa yang tetap terjaga, sekaligus membawa kearifan lokal ke konsumen yang lebih luas.