Pemerintah serap Rp42 triliun dari lelang SUN pekan ini
Pemerintah Serap Rp42 Triliun dari Lelang SUN Pekan Ini
Jakarta – Dalam lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang berlangsung pada 14 April 2026, pemerintah berhasil menarik dana total sebesar Rp42 triliun. Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk mencapai Rp78,44 triliun, menunjukkan peningkatan dibandingkan lelang sebelumnya pada 31 Maret 2026 yang hanya mencapai Rp58,22 triliun.
Dikutip dari informasi DJPPR Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu, jumlah penawaran yang masuk pada lelang kali ini mencapai Rp78,44 triliun.
Seri FR0109 (pembukaan kembali) menjadi penyerapan terbesar dengan dana yang dimenangkan mencapai Rp23,55 triliun dari penawaran total Rp44,44 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang berhasil dicapai sebesar 6,27225 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Maret 2031.
Seri FR0108 (pembukaan kembali) mendapatkan dana sebesar Rp5,2 triliun dari penawaran total Rp10,66 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang diperoleh sebesar 6,60998 persen, dengan tenggat waktu pada 15 April 2036.
Dari seri SPN12270401 (pembukaan kembali), pemerintah menyerap dana Rp4,7 triliun dari penawaran total Rp5,21 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dicatat sebesar 5,5 persen, jatuh tempo pada 1 April 2027.
Seri FR0106 (pembukaan kembali) menarik dana Rp2,5 triliun dari penawaran total Rp4,65 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang diperoleh sebesar 6,72964 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Agustus 2040.
Seri FR0107 (pembukaan kembali) menyerap Rp1,75 triliun dari penawaran total Rp3,56 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang berhasil dicapai sebesar 6,71886 persen, dengan tenggat waktu pada 15 Agustus 2045.
Seri FR0102 (pembukaan kembali) mendapatkan dana Rp1,3 triliun dari penawaran total Rp1,87 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang diperoleh sebesar 6,84754 persen, jatuh tempo pada 15 Juli 2054.
Seri SPN03260715 (penerbitan baru) menyerap dana Rp1,2 triliun dari penawaran total Rp3,58 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dicapai sebesar 5,4 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2026.
Seri SPN01260516 (penerbitan baru) menyerap dana Rp1 triliun dari penawaran total Rp3,26 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang diperoleh sebesar 4,88 persen, jatuh tempo pada 16 Mei 2026.
Serapan terakhir berasal dari seri FR0105 (pembukaan kembali) dengan dana yang dimenangkan mencapai Rp800 miliar dari penawaran total Rp1,22 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dicapai sebesar 6,84876 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2064.