Topics Covered: BPS: Penyakit katastropik picu penurunan drastis tingkat kesejahteraan
BPS: Penyakit Berat Menggerus Kesejahteraan Penduduk
Jakarta – Dalam pertemuan dengan Komisi IX DPR, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Hari Budiutomo mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan, khususnya penyakit serius, menjadi faktor utama yang memengaruhi perubahan drastis tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Menurut data terkini, ratusan ribu keluarga yang mengalami masalah kesehatan berat telah mengalami penurunan kualitas hidup secara signifikan.
Profil Ekonomi Fluktuatif Akibat Penyakit
Sony menjelaskan bahwa Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus berubah setiap waktu. Dalam rapat tersebut, dia menyebutkan bahwa jumlah keluarga yang terdampak penyakit berat mencapai 62.000, sehingga menunjukkan fluktuasi ekonomi yang cepat di kalangan masyarakat. “Ini membuktikan bahwa dinamika kesejahteraan penduduk sangat tinggi. Perubahan bisa terjadi dalam tiga hingga enam bulan, terutama karena kondisi kesehatan,” tegasnya.
“Bapak dan Ibu sekalian, data yang diperbarui menunjukkan bahwa keluarga dengan masalah penyakit berat mengalami penurunan kesejahteraan yang signifikan. Kami perlu memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan sesuai kebutuhan,” ujar Sonny.
BPS terus memperbarui DTSEN triwulan kedua 2026 agar data lebih akurat dalam menggambarkan pergeseran ekonomi penduduk. Pembaruan ini penting untuk membantu pemerintah menargetkan subsidi iuran kesehatan dengan tepat. Dari total 11 juta peserta, sebanyak 8,8 juta masih membutuhkan verifikasi ulang oleh BPS dan mitra strategis seperti PKH Kementerian Sosial.
Dalam dua minggu terakhir, tim BPS telah mengecek 603.226 keluarga. Meski progressnya mencapai 10,42 persen dari total, Sonny mengakui masih ada tantangan dalam meng-cover 2,37 juta keluarga yang diharapkan selesai dalam waktu singkat. “Kami membutuhkan penambahan petugas untuk mempercepat proses ini,” katanya.
Sony menekankan bahwa integrasi data yang responsif terhadap perubahan ekonomi penduduk adalah kunci untuk memastikan program jaminan kesehatan nasional mencapai keluarga paling membutuhkan. Upaya ini bertujuan menjaga kesejahteraan masyarakat sekalipun menghadapi kondisi kritis di bidang kesehatan.