Key Strategy: Baterai Baru China Awet Puluhan Tahun Tanpa Dicas

Baterai Baru China Awet Puluhan Tahun Tanpa Dicas

China kini mengembangkan baterai nuklir yang bisa bertahan ratusan tahun tanpa pengisian ulang, memicu perubahan signifikan dalam industri energi. Teknologi ini sebelumnya telah dijajaki Amerika Serikat sejak 1950-an, tetapi peran utamanya kini bergeser ke negara-negara Asia. Beberapa waktu lalu, Northwest Normal University di Gansu mengumumkan inovasi baterai nuklir berbasis karbon-14, yang diperkirakan tahan hingga satu abad.

Riset Awal Amerika Serikat

Sejak 1950-an, Amerika Serikat telah melakukan penelitian terkait baterai radiasi nuklir. Namun, kemajuan teknologi di era modern lebih terasa pada upaya China yang terus berinovasi. Dengan memproduksi baterai nuklir secara massal, negara ini menunjukkan dominasi dalam pengembangan energi berbasis reaksi nuklir.

Penemuan Baterai Mini BV100

Perusahaan teknologi China, Betavolt, pada awal 2024 meluncurkan baterai nuklir mini bernama BV100. Ukuran BV100 sangat kecil, sekitar ukuran koin, namun mampu bertahan hingga 50 tahun tanpa perlu diisi. Teknologi ini menghasilkan arus listrik kecil namun stabil melalui partikel beta yang dihasilkan selama proses peluruhan radioaktif.

Mengutip Popular Mechanics, baterai BV100 menawarkan solusi energi jangka panjang dengan mengandalkan radiasi beta untuk menggerakkan listrik.

Keunggulan utama baterai betavoltaik adalah umur pakai yang luar biasa. Material radioaktif yang digunakan bisa membuatnya bertahan hingga 100 tahun, tergantung pada jenisnya. Radiasi beta juga mudah dihentikan dengan lapisan aluminium tipis, sehingga teknologi ini dianggap relatif aman. Daya tahan dalam kondisi ekstrem menjadikannya cocok untuk perangkat seperti rover planet, sensor laut dalam, hingga alat pacu jantung.

Sementara itu, Amerika Serikat mencoba mengejar ketertinggalan. City Labs, perusahaan berbasis di Miami, sedang mengembangkan baterai betavoltaik berbasis tritium yang dirancang untuk digunakan dalam misi luar angkasa dan alat medis. Baterai ini diperkirakan tahan sekitar 20 tahun. Meski perusahaan ini pernah menciptakan baterai betavoltaik pertama di dunia bernama Betacel pada 1970-an, keterbatasan teknologi dan stigma terhadap energi nuklir membuatnya tidak berkembang secara luas.

Dengan peluncuran baterai 50 tahun dari China tahun lalu, industri teknologi dunia kini memperhatikan kembali potensi baterai nuklir. Setelah lebih dari tujuh dekade sejak pertama kali ditemukan, teknologi ini akhirnya memasuki fase baru. Namun, kali ini, China berada di depan dengan strategi pasokan yang meniru keberhasilan industri panel surya mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *