Gejala stres halus yang sering tidak disadari

Gejala Stres Halus yang Sering Tidak Disadari

Jakarta – Teresa Indira, seorang psikolog klinis yang lulus dari Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa stres bisa muncul dalam bentuk yang tidak terlihat jelas dan sering dianggap remeh. Tidak semua sumber stres berasal dari peristiwa besar, seperti kehilangan orang terdekat atau konflik pernikahan. Banyak kali, stres muncul secara perlahan, bahkan terasa seperti kelelahan atau perubahan emosi kecil.

“Stres tidak selalu muncul dalam bentuk ‘merasa tertekan’ atau ‘sedih’. Banyak orang menganggap gejalanya sebagai hal biasa, padahal ini bisa memengaruhi kondisi mental secara signifikan,” ujarnya kepada ANTARA, Rabu.

Menurut Teresa, manusia dianggap sebagai sistem yang saling terhubung, mencakup pikiran, emosi, tubuh, dan perilaku. Ketika seseorang mengalami stres, gejalanya bisa muncul melalui tubuh yang kaku atau perubahan cara berpikir. Contohnya, seseorang mungkin merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat, atau kesulitan fokus saat bekerja.

Sumber Stres yang Terlewat

Stres sering berasal dari tekanan harian, seperti beban pekerjaan, kemacetan, kurang tidur, atau interaksi sosial yang melelahkan. Kondisi ini bisa menumpuk dan berdampak pada kesehatan mental jika tidak diatasi tepat waktu. Selain itu, ada juga stres akut yang diakibatkan peristiwa signifikan, seperti putus cinta atau perubahan besar dalam kehidupan.

“Sumber stres tidak selalu terlihat besar, tetapi bisa berkumpul dari hal-hal kecil yang terlewat. Ini bisa membuat seseorang merasa kewalahan tanpa menyadari asal-usulnya,” jelasnya.

Cara Mengatasi Stres

Untuk mengurangi stres, Teresa menyarankan menghentikan aktivitas sejenak dan menenangkan pikiran. Teknik seperti pernapasan dalam, peregangan ringan, atau berjalan kaki singkat bisa membantu melepaskan ketegangan. Selain itu, ia menekankan pentingnya melihat pikiran negatif sebagai hal sementara, bukan kebenaran mutlak.

“Cara sederhana seperti menikmati makanan, tertawa dengan teman, atau merasa lega setelah menyelesaikan tugas kecil sangat berguna. Momen kecil ini mampu menjaga keseimbangan emosi,” katanya.

Teresa menambahkan bahwa stres bisa menyebabkan kecemasan, membuat seseorang malas dan menunda pekerjaan. Kondisi fisik, seperti kurang istirahat atau sakit, juga bisa memperburuk kemampuan mengelola stres. Dengan memahami gejala halus ini, seseorang dapat lebih cepat mengenali dan mengatasi masalahnya sebelum memburuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *