Key Strategy: Ketepatan Waktu Kereta Api Meningkat di Triwulan I 2026, Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

Ketepatan Waktu Kereta Api Meningkat di Triwulan I 2026, Keselamatan Tetap Jadi Prioritas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan dalam kinerja ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) selama periode Triwulan I 2026. Peningkatan ini mencerminkan keandalan operasional kereta api, diiringi upaya terus-menerus dalam menjaga standar keselamatan. Data terbaru menunjukkan bahwa layanan penumpang mencapai OTP 99,69% untuk keberangkatan dan 97,67% untuk kedatangan, angka yang lebih baik dibandingkan Triwulan I 2025 sebesar 99,24% dan 95,44% masing-masing.

Angka OTP untuk Angkutan Barang Juga Naik

Pada sektor angkutan barang, KAI mencatat OTP keberangkatan sebesar 95,97% dan kedatangan 91,77%, meningkat dari 95,89% dan 87,04% pada tahun sebelumnya. Ketepatan waktu yang ditingkatkan berkontribusi pada efisiensi distribusi logistik, memastikan barang tiba sesuai kebutuhan dan tanpa hambatan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa peningkatan ini didukung oleh persiapan prasarana yang memadai, keandalan sarana transportasi, serta disiplin operasional yang selalu dijaga.

“Ketepatan waktu dan keselamatan berjalan bersama dalam setiap perjalanan. Seluruh proses direncanakan dan dijalankan dengan cermat agar pelanggan dapat bepergian dengan tenang, serta barang yang diangkut tiba tepat sesuai rencana,” ujar Anne.

Angka OTP yang meningkat juga terbukti dari kenaikan volume layanan. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI melayani sebanyak 14.515.350 penumpang, naik 18,40% dari 12.261.632 pada periode yang sama tahun lalu. Di bidang logistik, perusahaan mengangkut 12.075.002 ton batu bara untuk memastikan pasokan listrik di Jawa dan Bali tetap stabil. Selain itu, 2.873.440 ton barang lainnya, seperti peti kemas, hasil perkebunan, dan kiriman retail, turut dioperasikan untuk mendukung aktivitas perekonomian di berbagai wilayah.

“Perjalanan yang tepat waktu membantu aktivitas tetap berjalan sesuai rencana. Masyarakat bisa bergerak dengan lebih pasti, sementara distribusi barang juga tiba sesuai kebutuhan,” tutup Anne.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *