Key Strategy: Wamen UMKM berkomitmen perkuat keberpihakan pada pengusaha lokal
Wamen UMKM Berkomitmen Perkuat Dukungan pada Pengusaha Lokal
Jakarta – Dalam acara Sosialisasi & Press Conference Inabuyer B2B2G (Business-to-Business-to-Government) Expo 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan pengakuan terhadap usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal. “Kebijakan seperti kampanye peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan optimalisasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menjadi alat untuk membatasi produk impor sekaligus memperkuat keberpihakan pada pengusaha lokal,” ujarnya.
Momen Strategis untuk Mendorong Produk Lokal
Acara Inabuyer B2B2G Expo 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), serta SMESCO Indonesia, akan berlangsung pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Indonesia. Wamen UMKM menegaskan bahwa program ini bertujuan memperluas peluang usaha UMKM dalam ekosistem pengadaan pemerintah, kerja sama dengan perusahaan besar, serta integrasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan daerah (BUMD).
“Program INABUYER B2B2G adalah salah satu sarana yang konsisten dan efektif dalam mewujudkan kolaborasi antar sektor,” kata Helvi Moraza.
Menurutnya, acara ini menjadi titik balik penting untuk memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan daya saing produk lokal, dan menciptakan keseimbangan ekonomi secara merata. Pemerintah juga berharap melalui kegiatan ini, penggunaan barang dan jasa dalam negeri bisa ditingkatkan, seiring upaya membangun kemitraan strategis antara pemerintah, pelaku usaha skala besar, serta BUMN/BUMD.
Helvi Moraza menyebutkan bahwa edisi tahun lalu dari Inabuyer Expo mencatatkan nilai kerja sama sebesar Rp2,19 triliun, melebihi target awal dan mengalami peningkatan signifikan sekitar 38,68 persen dibandingkan tahun 2024. Jumlah peserta juga mencapai 6.298 orang, terdiri dari 1.659 pembeli (buyer) dari sektor swasta maupun BUMN, 2.787 penyedia barang/jasa (supplier), serta 1.852 peserta lainnya.