Key Issue: Membedakan perasaan emosi dan stres yang saling berkaitan

Membedakan perasaan emosi dan stres yang saling berkaitan

Dari Jakarta, psikolog klinis berlatar belakang Universitas Indonesia, Teresa Indira Andani M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa emosi dan stres adalah dua kondisi perasaan yang berbeda namun saling terkait. Menurutnya, stres muncul ketika seseorang merasa terbebani dan kewalahan menghadapi situasi tertentu. Situasi ini menciptakan kesan bahwa tugas atau tekanan yang dihadapi melebihi kemampuan seseorang dalam mengatasinya.

Stres memiliki sifat konsisten dan tidak selalu hilang hanya melalui distraksi, berbeda dengan kebosanan yang bisa diatasi dengan istirahat atau aktivitas menyenangkan. Selain itu, stres bersifat subjektif, di mana situasi serupa bisa dianggap biasa oleh satu individu, tetapi mengakibatkan beban berat bagi yang lain.

Emosi sebagai ekspresi spesifik

Di sisi lain, emosi adalah perasaan yang lebih spesifik, seperti sedih, marah, atau senang. Contohnya, seseorang yang mengalami kehilangan cinta mungkin merasa sedih, yang merupakan respons alami terhadap peristiwa tersebut. Namun, jika perasaan kehilangan tersebut terus-menerus membuat seseorang kewalahan, tidak bisa menjalani rutinitas, terus memikirkan masa depan, dan merasa kurang didukung, maka kondisi stres muncul.

“Jadi sederhananya, sedih adalah perasaannya, sedangkan stres adalah kondisi ketika seseorang merasa terbebani dan kewalahan menghadapi situasi tersebut,” tambah Teresa.

Teresa menekankan bahwa mendukung seseorang yang mengalami stres sebaiknya dilakukan dengan cara yang membantu mereka merasa nyaman dan dihargai, bukan langsung menyajikan solusi. Hindari buru-buru menenangkan dengan kalimat yang menganggap enteng masalah orang lain, seperti ‘jangan dipikirkan’ atau ‘santai aja’, karena bagi orang yang sedang stres, hal itu tidak mudah dilakukan.

Kata-kata sederhana seperti ‘Kelihatannya lagi banyak ya yang dipikirin’ atau ‘Aku di sini kalau kamu mau cerita’ seringkali sudah cukup efektif untuk memberikan dukungan. Dengan hadir dan mendengarkan tanpa menghakimi, seseorang bisa merasa lebih tenang dan terbantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *