Meeting Results: IMF khawatir blokade Selat Hormuz picu krisis pasokan global
IMF Khawatir Blokade Selat Hormuz Picu Krisis Pasokan Global
Konflik AS-Iran Ganggu Jalur Pengiriman Bahan Bakar
Washington, Rabu (13/4) – Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan kekhawatiran terkait gangguan pada jalur distribusi yang disebabkan oleh pemblokiran lalu lintas di Selat Hormuz. Dalam pidatonya, Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF, menyatakan bahwa pihaknya sedang memantau dampak dari penghentian aktivitas transportasi tersebut.
“Ya, kami prihatin dengan kerusakan pada rantai pasokan global. Kami telah melihat kekurangan pasokan di Asia, khususnya bahan bakar dan gas, serta barang seperti helium,” ujar Georgieva.
Georgieva mengingatkan bahwa ancaman ini bisa berlanjut dalam beberapa minggu ke depan. Selain itu, ia menyarankan negara-negara untuk menerapkan langkah penghematan energi, seperti menawarkan fasilitas transportasi umum gratis atau mendorong sistem kerja jarak jauh.
Blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan pintu utama distribusi minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia ke pasar internasional, mulai terjadi akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan yang terjadi pada akhir Februari lalu memicu perangkat lunak pembatasan akses maritim.
“Kami sangat khawatir terhadap dampak gangguan pasokan minyak dan gas. Maret telah menjadi bulan sulit, tetapi April mungkin akan lebih berat lagi. Sebab kapal tanker yang berangkat sebelum 28 Februari telah tiba, sementara tidak ada pengiriman baru yang akan segera dijadwalkan,” tambah Georgieva.
Angkatan Laut AS mulai menerapkan pembatasan lalu lintas maritim di kedua sisi Selat Hormuz, yang berdampak pada ekspor dan produksi minyak di daerah tersebut. Meski demikian, Washington menegaskan bahwa kapal-kapal non-Iran bebas melintasi jalur tersebut selama tidak membayar bea masuk kepada Teheran.
Hingga kini, pihak Iran belum secara resmi mengumumkan penerapan tarif bea masuk, namun sedang mempertimbangkan rencana tersebut. Hal ini memperkuat kekhawatiran tentang ketidakstabilan pasokan global, khususnya di tengah tekanan dari perang dagang dan krisis politik internasional.