Special Plan: BTN (BBTN) Cetak Laba Rp1,1 Triliun Hingga Kuartal I-2026, Naik 22%

BTN (BBTN) Cetak Laba Rp1,1 Triliun Hingga Kuartal I-2026, Naik 22%

Dalam kuartal pertama tahun 2026, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencapai Rp1,1 triliun. Capaian ini didorong oleh kebijakan pemerintah yang memberi perhatian khusus kepada masyarakat menengah ke bawah.

“Dengan 6 juta unit rumah yang disalurkan, setiap unit mampu menjangkau 4 orang, sehingga total penduduk yang terakomodasi mencapai 24 juta. Kami bersyukur karena keberpihakan pemerintah yang menempatkan perumahan sebagai program prioritas nasional pro-rakyat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama BTN, dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal I/2026 di Menara BTN, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Nixon menambahkan bahwa dukungan terhadap sektor perumahan memiliki dampak pengganda yang signifikan, yang memengaruhi tidak hanya penghuni rumah, tetapi juga pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menjelaskan, sektor perumahan merupakan bidang yang membutuhkan tenaga kerja lokal, baik dari pengembang maupun pekerja konstruksi. Selain itu, 90% bahan baku pembangunan rumah berasal dari produk dalam negeri, sementara penjualan properti juga berkontribusi pada pendapatan negara melalui pajak.

Peningkatan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) BTN juga mendorong pertumbuhan aset perusahaan sebesar 10,5% YoY menjadi Rp517,54 triliun dari Rp468,53 triliun. Pada kuartal pertama 2026, penyaluran kredit mencapai Rp400,63 triliun, naik 10,3% dibandingkan Rp363,11 triliun di kuartal yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, KPR Subsidi tercatat Rp193,55 triliun, meningkat 7,7% YoY, sementara KPR Non-Subsidi mencapai Rp112,56 triliun, naik 5,4% YoY.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh 9,9% YoY menjadi Rp422,63 triliun dari Rp384,70 triliun di kuartal pertama tahun lalu. Simultaneously, rekening CASA BTN terus meningkat seiring transformasi di segmen retail dan adopsi layanan bale by btn. Per kuartal I/2026, CASA mencapai Rp212,11 triliun, naik 7,9% YoY, atau menempati 50,2% dari total DPK.

Cost of Fund (CoF) BTN turun menjadi 3,0% YoY dari 4,0% di kuartal I/2025, mencerminkan efisiensi dalam pengelolaan dana. Di sisi lain, pengguna bale by btn melonjak 67,5% YoY menjadi 4 juta orang dari 2,4 juta di kuartal I/2025. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan rata-rata saldo tabungan sebesar 18% YoY, jumlah transaksi naik 48,2% YoY, serta peningkatan jumlah pengguna sebesar 8,1% YoY.

Dampak JAKIM 2026

Menurut Nixon, penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan signifikan. “JAKIM 2026 berperan dalam meningkatkan transaksi dan pengguna bale, karena kami menyadari sebagai bank konsumen, perlu terus menyediakan kemudahan layanan perbankan untuk mendukung kegiatan gaya hidup masyarakat, termasuk olahraga,” jelas Nixon. Tahun ini, BTN optimis meningkatkan jumlah pengguna bale menjadi 5 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *