Topics Covered: Breaking: IHSG Kembali Menguat, Dibuka Naik 0,52%

Breaking: IHSG Kembali Menguat, Dibuka Naik 0,52%

Hari ini, Kamis (16/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan peningkatan, bergerak ke zona hijau. Indeks dibuka dengan kenaikan 39,75 poin atau 0,52% ke level 7.663,34. Dari total saham yang diperdagangkan, terdapat 340 saham naik, 55 saham turun, dan 564 saham lainnya tidak berubah. Nilai transaksi mencapai Rp 209,2 miliar, melibatkan 389,8 juta saham dalam 39.220 kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp 13.651 triliun.

Geopolitik Menyajikan Harapan Baru

Kondisi geopolitik kembali memperoleh momentum setelah pemerintahan Trump menyampaikan optimism dalam pemberitaan Rabu, terkait peluang mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Meski mengingatkan tekanan ekonomi yang meningkat terhadap Teheran jika sikap keras kepala tetap dipertahankan, Trump menyatakan bahwa perang yang dimulai bersamanya dan Israel sejak akhir Februari hampir berakhir. Namun, blokade pelayaran yang diumumkan belum sepenuhnya menghentikan lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang masih berada di bawah tingkat normal.

“Kita bisa menambah sanksi sekunder terhadap pembeli minyak Iran sebagai upaya meningkatkan posisi tawar menjelang negosiasi lanjutan,” kata Trump.

Setelah negosiasi pada Minggu berakhir tanpa hasil, pejabat AS dan Iran sedang mempertimbangkan kembali ke Pakistan untuk pembicaraan berikutnya secepat akhir pekan ini. Panglima militer Pakistan tiba di Teheran pada Rabu untuk mencegah kemungkinan pecahnya konflik kembali. Militer Pakistan mengonfirmasi bahwa Field Marshal Asim Munir telah hadir di Teheran. Sumber Iran yang senior kepada Reuters menuturkan Munir, yang memediasi sesi pembicaraan terakhir, berupaya “memperkecil perbedaan” antara kedua pihak.

IMF Perbaiki Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global

Dalam edisi April 2026 World Economic Outlook, IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global ke level 3,1% untuk 2026 dan 3,2% untuk 2027. Angka ini menandai laju pertumbuhan terendah dalam dua dekade terakhir. Jika konflik di Timur Tengah meluas dan merusak infrastruktur energi, IMF memperkirakan pertumbuhan global bisa anjlok hingga 2%, dengan inflasi global melesat di atas 6% pada 2027.

Indonesia Tetap Kuat di Tengah Pesimisme Global

Di tengah situasi ekonomi global yang memperlihatkan kecemasan, perekonomian Indonesia dinilai stabil. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% pada 2026, lebih tinggi dari proyeksi China (4,4%) dan Filipina (4,1%), meski masih di bawah India (6,5%). Inflasi domestik diperkirakan terkendali dalam kisaran 3%.

“Indonesia menjadi ‘titik terang’ di tengah tantangan perekonomian global,” tulis Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi di X, menyambut kedatangan Field Marshal Asim Munir.

IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1% ke 5,0%. Kepercayaan internasional terhadap negara ini semakin meningkat, terutama berdasarkan pengelolaan defisit fiskal yang tetap di bawah 3% dari PDB, serta kebijakan Bank Indonesia yang fleksibel dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas makroekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *