Latest Program: Ekonomi Jakarta diharapkan tumbuh hingga 7,4 persen pada 2027
Ekonomi Jakarta diharapkan tumbuh hingga 7,4 persen pada 2027
Menurut Kementerian PPN/Bappenas, DKI Jakarta diproyeksikan mencapai pertumbuhan ekonomi sekitar 6,3-7,4 persen pada 2027. Target ini diharapkan mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3-7,5 persen. Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN, Vivi Yulaswati, menyatakan bahwa Jakarta, sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global, bisa menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5 persen pada tahun tersebut.
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 2025
Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD DKI Jakarta 2027 di Balai Kota, Kamis, Vivi menyoroti peran Jakarta dalam menggerakkan perekonomian nasional. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, ekonomi ibu kota tumbuh 5,21 persen sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini mencerminkan nominal PDRB sebesar Rp3.926,15 triliun dengan dasar harga berlaku, serta Rp2.263,24 triliun dengan dasar harga konstan.
“Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada 2027 harus didukung oleh peningkatan kualitas SDM, penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta pengurangan ketimpangan,” ujar Vivi Yulaswati.
Dalam laporan BPS, pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan IV-2025 mencapai 5,71 persen dibandingkan triwulan IV-2024. Sementara pertumbuhan dibandingkan triwulan III-2025 sebesar 3,41 persen. Vivi menegaskan bahwa sektor perdagangan, industri, dan jasa keuangan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di kota tersebut.
Menurut Vivi, penguatan struktur industri menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas SDM dan memperkuat inovasi. Di samping itu, iklim investasi perlu diperbaiki melalui pembangunan infrastruktur serta peningkatan konektivitas, terutama di daerah seperti Kepulauan Seribu yang belum optimal. Kebijakan investasi yang lebih inklusif juga diharapkan mendorong pemerataan ekonomi dan meningkatkan nilai tambah wilayah.
Vivi menambahkan bahwa beberapa kebijakan strategis diperlukan agar Jakarta bisa menjadi pusat ekonomi, perdagangan, jasa, logistik, investasi, dan industri bernilai tambah. “Pertumbuhan ekonomi baru bisa dicari melalui sektor pariwisata, serta perluasan investasi di kawasan pengembangan seperti Kepulauan Seribu,” tuturnya.