Meeting Results: Polisi telusuri dugaan kekerasan seksual di Unpad
Polisi telusuri dugaan kekerasan seksual di lingkungan Unpad
Kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) sedang diselidiki oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang, Jawa Barat. AKP Tanwin Nopiansah, Kasat Reskrim, mengungkapkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan fakta-fakta terkait laporan yang beredar. “Kami sedang mencari tahu bagaimana kejadian itu berlangsung,” ujarnya dalam wawancara di Sumedang, Kamis.
Kasus muncul dari pernyataan BEM Kema
Dugaan kekerasan tersebut menjadi viral setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM Kema) Unpad membagikan pernyataan resmi melalui media sosial. Dalam surat pernyataannya, BEM Kema menyebutkan bahwa kasus melibatkan seorang profesor dan telah mengkoordinasikan dengan pihak terkait. Informasi ini memicu reaksi dari pihak kepolisian untuk mengecek kebenarannya.
Kami akan bertindak jika ada laporan resmi dari korban, kata Tanwin.
Sementara itu, Humas Unpad, Dandi Supriadi, mengimbau media untuk bersabar hingga pengumuman resmi dikeluarkan. “Sedang menunggu hasil pertemuan, kami segera memberikan update,” katanya saat dihubungi. Pihak kampus juga menyatakan komitmen kuat untuk menangani segala bentuk kekerasan, termasuk yang melibatkan guru besar, demi menciptakan lingkungan aman bagi civitas akademika.
Menurut Unpad, mereka akan merilis informasi resmi dalam waktu 24 jam terkait langkah-langkah pencegahan serta penanganan ke depan. BEM Kema menegaskan akan terus mengawal komitmen kampus tersebut. “Kita pastikan proses ini transparan dan adil,” tambah pernyataan resmi dari organisasi mahasiswa.